Kejari Bintan sita dokumen dan komputer di Puskesmas Sei Lekop

id Kejari Bintan, sita dokumen dan komputer,Puskesmas Sei Lekop

Kejari Bintan sita dokumen dan komputer di Puskesmas Sei Lekop

Tim Kejari Bintan menyita sejumlah dokumen di Puskesmas Sei Lekop terkait penyidikan kasus insentif fiktif (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Tim Kejaksaan Negeri Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau menyita dokumen dan komputer milik Puskesmas Sei Lekop setelah meningkatkan status penyidikan dalam kasus dugaan korupsi insentif fiktif tenaga kesehatan.

Tim yang berjumlah 4 orang tiba di Puskesmas Sei Lekop, Selasa sekitar pukul 10.00 WIB.

Selain menyita dokumen dan komputer, tim institusi berlogo timbangan itu menyita ponsel milik Kepala Puskesmas Sei Lekop, Zailendra. Selain itu, ponsel milik sejumlah tenaga kesehatan juga disita.

Proses penggeledahan itu disaksikan oleh Zailendra dan sejumlah tenaga kesehatan.

Kepala Kejari Bintan I Wayan Riana mengatakan penggeledahan di Puskesmas Sei Lekop dilakukan secara mendadak untuk melengkapi barang bukti.

Terkait kasus dugaan korupsi insentif tenaga kesehatan tersebut, ia mengungkapkan modus operandi yang dilakukan yakni menaikkan jam kerja dan kegiatan lapangan yang dimasukkan ke dalam sistem.

Kasus yang sama juga terjadi Puskesmas Tambelan, Bintan.

"Jadi kami sedang tangani dugaan kasus korupsi di dua puskesmas. Modusnya sama,"  ujarnya.

Menurut dia, puluhan saksi sudah diperiksa dalam kasus itu. Sejumlah saksi sudah mengakui perbuatannya.

Dana insentif tersebut merupakan hasil refocusing anggaran yang bersumber dari APBD Bintan tahun 2021. Berdasarkan hasil penyelidikan, Kejari Bintan menduga nilai kerugian negara sebesar Rp100 juta.

"Alokasi anggaran untuk insentif tenaga kesehatan itu sekitar Rp400 juta," ujarnya.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE