Clara dan Wahyudi Ingin Sempurnakan AP2T

id Clara,Wahyudi,Sempurna,AP2T,alat,pemisah,pasir,timah,lingga

Setelah kemenangan ini, Muhammad Wahyudi akan berangkat ke Banda Aceh untuk mengikuti ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Nasional, mewakili Kepri di bulan Oktober mendatang
Lingga (Antara Kepri) - Puja Clara Bestari dan Muhammad Wahyudi, dua siswa SMK Mahardika Singkep peraih medali perunggu dalam ajang National Young Inventors Award (NYIA) ke-8, berencana menyempurnakan alat pemisah pasir timah (AP2T) ciptaannya, setelah mendapatkan modal dengan menjual hadiah yang mereka raih dalam ajang tersebut.

"Alhamdulillah kita meraih juara ketiga mewakili Kepri dan Sumatera. Kita dapat medali perunggu, sertifikat, uang pembinaan dan satu unit HP Asus, yang rencananya kita jual untuk biaya penyempurnaan AP2T kita," kata Clara, Rabu.

Clara mengatakan cukup bangga berhasil mengharumkan nama Kepri dan Sumatera pada ajang se-Indonesia tersebut. Produk yang merupakan inspirasi kearifan lokal masyarakat Singkep itu, ia nilai masih perlu disempurnakan meskipun, secara manfaat sudah dapat meringankan pekerjaan masyarakat penambang timah.

"Selama ini, penambang timah di Singkep bekerja manual untuk memisahkan timah dari pasir, mereka harus melewati proses yang lama. Bahkan kualitas atau kebersihan timah yang dihasilkan belum maksimal. Sementara, AP2T yang kita ciptakan, mampu memangkas waktu pengerjaan, menjadi lebih cepat dibandingkan manual. Dalam 1 Jam mampu membersihkan 24 kilogram timah, dengan kualitas cukup bersih," terangnya.

Namun, untuk mewakili Indonesia di ajang International Young Inventors Award (IYIA), yang akan digelar di Taiwan mendatang, dikatakan Clara, produk AP2T tersebut dirasa perlu untuk disempurnakan.

"Setelah kemenangan ini, Muhammad Wahyudi akan berangkat ke Banda Aceh untuk mengikuti ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Nasional, mewakili Kepri di bulan Oktober mendatang. Sedangkan saya akan mewakili Indonesia, mengikuti ajang IYIA di Taiwan. Ini merupakan kerja sama antara LIPI dan perusahaan Intel," kata dia.

Dia berharap, kebutuhan untuk mendanai penyempurnaan AP2T tersebut mampu tertutupi dari hadiah yang mereka dapat sebelumnya.

"Kita juga mengharapkan perhatian serta dukungan dari pemerintah. Semoga nanti siswa-siswi berprestasi yang ada di Lingga dapat perhatian khusus. Selama ini, kita merasa pemerintah belum mampu memberikan perhatian bagi para pelajar berprestasi," tutupnya. (Antara)

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar