BUMN Hadir - Rizky: SMN tambah pengalaman dan wawasan

id penyandang disabilitas,Rizky Syaputra,Siswa Mengenal Nusantara,BUMN Hadir untuk Negeri,SMN

Rizky Syaputra memainkan alat musik keyboard. Siswa kelas X SLB Negeri Bintan tersebut merupakan salah satu peserta Siswa Mengenal Nusantara 2018 di Kepulauan Riau. (Antaranews Kepri/Saud MC Kashmir)

Semua yang saya lakukan untuk membanggakan orang tua, dan kita semua sama tidak ada beda
Bintan (Antaranews Kepri) -  Terpilih sebagai peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018 di Provinsi Kepulauan Riau, memberikan motivasi tersendiri bagi seorang Rizky.

Pemilik nama lengkap Rizky Syaputra ini mengaku, program SMN di Kepulauan Riau yang diselenggarakan tiga BUMN yakni PT Pelindo, LKBN Antara, dan PT Persero Batam merupakan suatu kesempatan yang tidak boleh disia-siakan.

Bagi pelajar kelas X SLB Negeri Bintan tersebut, kesempatan menjadi peserta SMN adalah kesempatam untuk mendapatkan banyak pengalaman dan menambah wawasan khususnya di daerah tujuan, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB).

Demikian pula dengan bekal ilmu yang bisa disalurkan dari peserta itu sendiri terhadap daerah tujuan. Sebagaimana yang disampaikan, putra pertama dari 3 bersaudara ini, kesempatan berada di NTB akan ia gunakan juga untuk memperkenalkan potensi pariwisata Bintan, salah satunya adalah Lagoi, dan kuliner Melayu.

Sebagai penyandang tune netra sejak kecil, Rizky merasa bangga bisa mewakili Bintan mengikuti program BUMN Hadir Untuk Negeri pada 2018. Bahkan, untuk tingkat provinsi dan Nasional, Rizky sudah sering membawa nama daerah di bermacam kompetisi.

Di antaranya, Juara II Menyanyi Solo SMPLB Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) se Kepri 2016, Juara II Lomba Cipta Baca Puisi, Juara III Catur Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Paperpenas) ke-VIII di Jawa Tengah, Juara II catur se Kepri 2016 dan 2017, Juara I MTQ tingkat Provinsi Kepri 2018, serta Juara I Lomba Baca Puisi 2018 tingkat Provinsi Kepri.

Dalam belajar mengaji, Rizky memiliki dua guru yang salahsatunya tuna netra. Cara belajar membaca Alquran Rizky juga unik, yakni dengan mendengarkan dari lisan sang guru.

"Insya Allah jika tidak ada halangan Agustus 2018 mewakili Kepri utk MTQ di Bangka Belitung," ujar pelajar kelahiran Tembilahan, 27 November 2000 tersebut. 

Menurut anak sulung pasangan Muhammad Amin dan Mardiana ini, semangat berprestasi yang ia jalani tersebut untuk membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang sama.

Sebagai seorang anak yang dinafkahi dari ayah yang bekerja sebagai buruh pelabuhan, Rizky mengaku bangga, dan prestasi yang ia capai adalah untuk ayah dan ibunya.

Dari sosok ayah, ibu, guru, perasaan sebagai disabilitas, perjalanan hidup tersebut ia curahkan ke dalam bait-bait puisi. Antara lain berjudul "Sahabat Dalam Sepi", "Syukur Sinari Hidupku", "Ibu Pelitaku", dan masih banyak lagi.

"Semua yang saya lakukan untuk membanggakan orang tua, dan kita semua sama tidak ada beda," ujar Rizky yang bercita-cita menjadi seorang guru agama Islam tersebut.

Keinginan menjadi guru itu ia sampaikan karena bagi Rizky kehadiran guru lah yang membuat ia berilmu, yang membuat ia menjadi lebih baik, yang membuat ia tau baik dan buruk.

Baca juga: BUMN Hadir - Pahrizal siswa berprestasi wakili Lingga di SMN

Baca juga: BUMN Hadir - Liza perkenalkan teknik membuat jaring melalui SMN
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar