BUMN Hadir - Populerkan pantun Melayu di ajang SMN

id Evi Susilawati,pantun melayu,tanjungpinang,siswa mengenal nusantara,BUMN Hadir untuk Negeri,SMN

BUMN Hadir - Populerkan pantun Melayu di ajang SMN

Evi Susilawati peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018, Kepulauan Riau. Siswi SMK Negeri 1 Tanjungpinang ini akan mempopulerkan pantun Melayu khas Kota Tanjungpinang di NTB. (Antaranews Kepri/Saud MC Kashmir)

Sehingga teman-teman di daerah tujuan nantinya bisa mengenal Tanjungpinang sebagai Kota Gurindam Negeri Pantun, serta sebagai destinasi pariwisata budaya
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Evi Susilawati, remaja putri kelahiran Tanjungpinang, 15 Oktober 2002 ini bersemangat sekali untuk mempopulerkan budaya pantun Melayu Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, di ajang Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018.

Menurut pelajar kelas XI Akuntansi 2, SMK Negeri 1 Tanjungpinang ini, pantun merupakan salah satu budaya orang Melayu yang berkaitan erat dengan bahasa Melayu. Sementara itu, bahasa Melayu itu sendiri tidak lain adalah induk dari bahasa pemersatu bangsa, Bahasa Indonesia.

Kata dia, memilih bekal pantun dalam program SMN yang diselenggarakan PT Pelindo, LKBN Antara, dan Persero Batam tersebut karena sudah pasti pantun ada di setiap pelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga ia yakin teman-teman SMN dari NTB bisa berpantun.

Akan tetapi, tidak semua bisa berpantun dengan menggumanan logat Melayu. Sehingga, sebagai peserta SMN perwakilan Tanjungpinang, Evi akan berbagi ilmu tersebut supaya ciri khas pantun Melayu Tanjungpinang bisa diadopsi di NTB.

"Artinya saya bangga bisa memperkenalkan bahasa Melayu melalui pantun yang akan saya bawa di NTB nanti," tegas anak dari Edi Suprianto dan Esih Sukaesih tersebut.

Selain itu, pemilik hobi melukis ini mengaku dengan bekal pantun, ia juga akan mensisipkan sisi Kota Tanjungpinang. Mulai dari pariwisata budaya, sampai pada kuliner khas Kota Tanjungpinang.

"Sehingga teman-teman di daerah tujuan nantinya bisa mengenal Tanjungpinang sebagai Kota Gurindam Negeri Pantun, serta sebagai destinasi pariwisata budaya," katanya.

Sambung Evi, mempopulerkan pantun dalam program SMN 2018 tidak hanya fokus pada materinya saja, tapi dimulai dari asal usul pantun tersebut, khusunya Pulau Penyengat.

"Sekarang banyak yang tidak tau Kota Tanjungpinang, padahal Kota Tanjungpinang pernah populer di masa kerajaan Melayu, sebab itu lah pantun yang ingin saya promosikan ini sekaligus memperkenalkan bahwa ada kota yang merupakan induk dari pantun tersebut, yakni Kota Tanjungpinang," paparnya.

Tidak hanya memiliki kemampuan berpantun, Evi juga mengantongi sejumlah pestasi yang dibanggakan antara lain, Purna Jamnas X 2016 cibubur Jakarta, Juara 1 Regu Putri, Juara 3 Senam Poco-poco, Juara 2 Pensi, Juara Harapan 2 Dai Cilik, The Best Morse, dan Juara 1 P3K.

Menjabat Wakil Pradana Putri SMK Negeri 1 Tanjungpinang tersebut, Evi berharap bisa memperoleh informasi di NTB, guna mempererat persatuan bangsa.

"SMN ini bisa jadi ajang promosi daerah, ajang pembelajaran, mengetahui watak orang yang baru dikenal, secara psikologis, dan di SMN ini cari kebahagiaan dari pengalaman," ucapnya.

Di sisi lain, Evi turut mengucapkan belasungkawa terhadap gempa bumi yang terjadi di NTB sebagai daerah tujuan SMN 2018 Kepri, dengan harapan semoga tidak terjadi gempa lagi demi keselamatan teman-teman di NTB.

Baca juga: BUMN Hadir - Manfaatkan SMN untuk berbagi informasi edukatif

Baca juga: BUMN Hadir : Irma ingin perkenalkan budaya Melayu Lingga
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar