Kementerian PUPR anggarkan Rp1,72 miliar untuk infrastruktur PDAM Karimun

id PDAM Tirta Karimun,air baku,waduk bati,batu miring,pipa distribusi

Kementerian PUPR anggarkan Rp1,72 miliar untuk infrastruktur PDAM Karimun

Dirut PDAM Tirta Karimun Indra Santo (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Sehingga cadangan air baku masih tersedia saat musim kemarau
Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.720.431.000 untuk peningkatan kapasitas infrastruktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun.

Direktur PDAM Tirta Karimun Indra Santo di Tanjung Balai Karimun, Jumat mengatakan, pembangunan infrastruktur bertujuan untuk meningkatkan daya tampung air baku di Waduk Bati, Waduk Dang Merdu dan Waduk Kodim.

"Anggaran sebesar itu untuk pembangunan batu miring, dan pemasangan pipa distribusi sepanjang 9 kilometer menuju Kecamatan Meral. Pipa yang akan dipasang ini untuk menyambung pipa distribusi yang telah dipasang pada tahun lalu," kata dia.

Indra Santo menyebutkan bahwa pada 2017, pemasangan batu miring juga telah dilakukan di Waduk Bati, namun tahun ini akan ditambah sehingga kapasitas tampung waduk bisa menjadi lebih maksimal.

"Sehingga cadangan air baku masih tersedia saat musim kemarau," kata dia.

Menurut dia, pembangunan dan peningkatan sarana infrastruktur dalam tiga tahun terakhir, termasuk penghubungan beberapa waduk ke Waduk Bati, merupakan bagian dari program Bupati Karimun untuk mengentaskan krisis air, terutama pada musim kemarau.

"Dan alhamdulillah, cadangan air pada musim kemarau sejak Januari sampai Maret masih tersedia. Dan sekarang masih banyak karena guyuran hujan dalam dua pekan ini," tuturnya. 

Dalam waktu dekat, kata dia, pemerintah daerahi juga akan menyerahterimakan pendistribusian air baku dari IPA Sentani ke IPA Bati dengan kapasitas 50 liter per detik.

Dia mengatakan pembangunan infrastruktur induk di Pulau Karimun Besar sudah cukup memadai, namun masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, yakni peremajaan pipa-pipa yang sudah tua dan berumur puluhan tahun.

"Untuk peremajaan pipa kita usulkan secara bertahap," kata dia.

Untuk saat ini, jumlah pelanggan di Pulau Karimun Besar mencapai 7.000 dan tahun ini PDAM Tirta Karimun berencana akan menerima sambungan baru untuk 1.000 pelanggan.

Baca juga: PDAM Tirta Karimun berlakukan tarif baru

Baca juga: PDAM Tirta Karimun bukukan laba Rp69 juta

Baca juga: Instalasi pengolahan air Waduk Sentani mulai dibangun
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar