Makna kemerdekaan bagi dokter perbatasan

id dr ulfa maulina lubis, dokter, dokter perbatasan, wisata, wisata natuna

Makna kemerdekaan bagi dokter perbatasan

dr Ulfa Maulina Lubis saat berada di pompong (perahu) usai melakukan penyelaman di Pulau Senua, Natuna, Kepri, Sabtu (10/8). (cherman)

Natuna (ANTARA) - Memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, dimaknai sebagai motivasi semangat mengembangkan potensi diri agar tetap semangat bekerja meskipun ditugaskan hingga di beranda terdepan NKRI.

"Makna kemerdekaan kali ini kata kuncinya adalah semagat !, semangat mengabdi, mengembangkan diri dan meningkatkan potensi diri dimanapun kita ditugaskan," kata dr Ulfa Maulina Lubis kepada Antara usai melakukan penyelaman di laut Pulau Senua, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu lalu.

Ia bertugas di Puskesmas Ranai sejak November 2018 hingga sekarang tetap merasa nyaman, dan tetap semangat dalam bertugas.

"Meskipun di perbatasan, tetapi saya merasa nyaman, karena bekerja terasa liburan, alamnya indah," ujarnya.

Wanita asal Medan itu berpendapat bahwa bertugas dimanapun, jika dijalankan dengan sungguh-sungguh akan terasa bahagia. 

Tidak cukup sampai disitu, Ulfa juga mengatakan, di samping melaksanakan tugas pokok sebagai dokter, Ia juga terus mengembangkan potensi dirinya yang lain sesuai tema kemerdekaan kali ini "SDM Unggul Indonesia Maju".

"Saya hobi berenang, suka dengan keindahan bawah laut, mumpung saya tugas di Natuna wajib harus bisa diving," kata Ulfa.

Ia mengaku, hal baru yang dikembangkan untuk dirinya sendiri dan Natuna adalah mendapatkan lisensi menyelam. Hal itu dilakukan supaya mengenal lebih jauh dunia bawah laut Natuna sehingga bisa memberikan kontribusi nyata pada sektor pariwisata.

"Saya ditugaskan di Natuna hanya setahun, jadi sayang jika kesempatan ini tidak saya manfaatkan, karena Natuna 1 persen daratan, 99 persen lautan, saya saja dari medan mau belajar menyelam, apa lagi yang disinikan? Sepertinya wajib, ini potensi Natuna, mari kita kenalkan pada dunia," ajaknya.

Selebgram itu juga mengatakan Natuna harus berkembang, harus terus digali potensi berbagai sektor, terutama sumberdaya manusianya. 

"Potensi Natuna luar biasa, terutama lautnya, pariwisata dunia bawah laut sudah kelas dunia, tinggal bagaimana kemasan dan sumberdaya manusianya saja," kata Ulfa.

Ia berharap potensi kelas dunia itu harus dijaga dengan baik, tidak membuang sampah di laut dan tidak melakukan aktifitas merusak terumbu karang.

Terkait tugas pokok sebagai dokter, alumni Universitas IslamSumatera Utara (UISU) Medan itu juga mengaku siap jika nanti diminta oleh pemerintah Natuna untuk terus mengabdi di perbatasan tersebut.

"Saat ini usiaku baru 26 tahun, jika menikah nanti, saya tergantung suami aja, disini atau dimana, itu nantilah, tetapi jika diminta saya untuk terus bertugas di sini, iya saya siap," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar