Golkar, PPP, dan Gerindra berpotensi berkoalisi di Pilkada Natuna

id Golkar-PPP-Gerindra,potensial,berkoalisi, dalam,Pilkada Natuna

Golkar, PPP, dan Gerindra berpotensi berkoalisi di Pilkada Natuna

Fungsionaris Partai Golkar Natuna Ngesti Yuni Suprapti. ANTARA/Nikolas Panama

Tanjungpinang (ANTARA) - Partai Golkar berpotensi berkoalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Gerindra dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Natuna 2020.

Fungsionaris Partai Golkar Natuna Ngesti Yuni Suprapti yang dihubungi ANTARA di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, bahwa koalisi tersebut tergambar dari figur eksternal Partai Golkar yang diusulkan kepada pengurus pusat.

Ngesti yang juga Wakil Bupati Natuna mengatakan bahwa Partai Golkar mengusulkan lima nama calon bupati/wakil bupati ke DPP Partai Golkar.

Dua di antaranya berasal dari PPP dan Partai Gerindra, yakni Jarmin dan Raja Marzuni, sedangkan dari Partai Golkar adalah Ngesti.

"Jarmin dari Gerindra, sedangkan Raja Marzuni dari PPP," ucapnya.

Ngesti menjelaskan bahwa Partai Golkar memperoleh tiga kursi di DPRD Kabupaten Natuna sehingga harus berkoalisi dengan partai lainnya

Kendati demikian, Partai Golkar tetap memperioritaskan kader sebagai calon bupati, bukan sebagai calon wakil bupati.

Partai Golkar menyadari tidak mungkin posisi calon wakil bupati juga dari kader internalnya.

"Tawaran yang diberikan kepada partai yang berkoalisi adalah sebagai calon wakil bupati," ujarnya.

Ngesti mengemukakan bahwa DPP Partai Golkar akan melakukan survei terhadap kader internal dan politikus eksternal yang direkomendasikan sebagai calon bupati/wakil bupati.

"Hasil survei sebagai bahan pertimbangan DPP Golkar," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar