500 pelanggan PLN Karimun nunggak tagihan listrik

id tunggakan listrik,pln karimun,listrik prabayar,listrik pascabayar

500 pelanggan PLN Karimun nunggak tagihan listrik

Kepala PT PLN Persero Unit Layangan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun, Jaswir (ANTARA/Rusdianto)

Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Sekitar 500 pelanggan PLN di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menunggak tagihan listrik pascabayar untuk periode Februari 2020.

"Bulan ini lebih banyak dari Januari. Pada Januari, jumlah tunggakan sekitar 200 pelanggan, sedangkan bulan ini sekitar 500 pelanggan," kata Kepala PT PLN Persero Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun Jaswir, di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Jaswir mengatakan, pelanggan yang menunggak tagihan berasal dari berbagai kategori, mulai dari rumah, swasta bahkan beberapa kantor pemerintahan daerah.

Dia tidak menyebutkan nominal rupiahnya, namun tunggakan tagihan dari pelanggan sebanyak itu berpengaruh pada pendapatan perusahaan yang sepenuhnya masuk ke PLN pusat.

Selain itu, kata dia, setiap pelanggan yang menunggak juga tercatat di PLN pusat sehingga pihaknya harus melakukan pemutusan sesuai batas waktu yang ditentukan.

"Kami mengimbau dan terus menyadarkan pelanggan agar melunasi tagihan tepat waktu. Karena, PLN pusat telah menginstruksikan jangan ada lagi tunggakan setiap bulan, zero tunggakan," katanya.

Dia mengatakan, zero tunggakan pernah tercapai pada Desember 2019, dan dia berharap hal ini kembali terjadi di bulan-bulan selanjutnya.

Tunggakan tagihan oleh pelanggan, menurut dia, juga berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari Pajak Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dipungut bersama tagihan bulanan, khususnya untuk pelanggan pascabayar.

"Pelanggan yang belum melunasi tagihan lewat 20 setiap bulan selalu kita ingatkan dengan mengirimkan 'invoice'. Kalau tidak juga dilunasi, maka kita lakukan pemutusan di awal bulan," katanya.

Pembayaran tagihan listrik pascabayar, menurut dia, tidak sulit, bahkan bisa dibayar melalui berbagai cara, seperti melalui 'mobile banking' dan berbagai aplikasi yang bisa diunduh melalui playstore untuk ponsel pintar berbasis android.

"Kita juga punya aplikasi PLN Mobile yang bisa digunakan untuk melihat besar tagihan. Tetapi pembayarannya tetap melalui bank dan pihak-pihak yang menjalin kerja sama dengan PLN, jadi tidak perlu lagi antre di loket PLN," tuturnya.

Untuk mengurangi tunggakan setiap bulan, Jaswir mengatakan bahwa pihaknya terus menyarankan pelanggan agar beralih menggunakan meteran prabayar yang menggunakan token listrik.

Dengan meteran prabayar, kata dia, maka pelanggan tidak lagi dipusingkan dengan tagihan bulanan, dan pelanggan juga bisa mengontrol penggunaan listrik.

"Meteran prabayar juga tidak ada biaya bebannya, dan tarifnya sama dengan pascabayar," ujarnya.

Bagi pelanggan listrik pascabayar dan menunggak tagihan, kata dia, dilakukan pemutusan dan selanjutnya dialihkan menjadi pelanggan prabayar.

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE