Penderita COVID-19 di Kepri 12 orang

id Dinkes, 12 orang positif,COVID 19 di Kepri,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 20

Penderita COVID-19 di Kepri 12 orang

Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Riau satu-satunya rumah sakit rujukan untuk pasien COVID-19 di Tanjungpinang. (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mencatat  12 orang positif COVID-19, delapan di antaranya dirawat di Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib di Kota Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Minggu mengatakan ada enam pasien positif COVID-19 baru diketahui Minggu(29/3) pagi.

Pasien tersebut terdiri dari lima pasien yang diperiksa dengan menggunakan Rapid Test di Masjid Baiturrahman, Sei Jang, Tanjungpinang.

Satu pasien lagi dinyatakan positif tertular COVID-19 setelah dilakukan uji laboraturium milik Kemenkes. Pasien ini bekerja di salah satu dinas di Pemkot Tanjungpinang.


Sementara satu pasien lainnya, diduga memiliki hubungan dengan seorang pasien lainnya yang sehari sebelumnya dinyatakan positif COVID-19.

"Di Batam masih tiga orang, dan Karimun satu orang positif COVID-19," ujarnya.

Berdasarkan data Antara, seorang pasien yang dinyatakan positif COVID-19 berisial S, pejabat di Dinas Pariwisata Tanjungpinang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, mengatakan, lima dari 16 pengikut Jamaah Tabligh Tanjungpinang, Kepulauan Riau dinyatakan positif tertular COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di Masjid Baitulrahman, Sei Jang, Minggu.


Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan Rapid Test.

"Yang hasilnya reaktif, diisolasi," katanya.

Sehari sebelumnya, Dinkes Tanjungpinang merilis seorang Jamaah Tabligh berinisial NZ positif COVID-19.

Rustam mengatakan tim medis juga mencatat riwayat perjalanan pasien yang positif COVID-19. Hasilnya akan disampaikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tanjungpinang dan Kepri untuk ditindaklanjuti.

"Rantai penularan harus diputus sehingga dilakukan tindakan khusus kepada mereka yang potensial tertular," katanya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar