Korea Utara serukan tindakan pencegahan epidemi yang lebih ketat

id korea utara,kim jong un,virus corona,covid 19

Korea Utara serukan tindakan pencegahan epidemi yang lebih ketat

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memandu latihan sub-unit mortir Tentara Korea Utara dalam foto yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), Jumat (10/4/2020). ANTARA FOTO/KCNA/via REUTERS/wsj/djo

Seoul (ANTARA) - Korea Utara menyerukan tindakan penanggulangan yang lebih ketat dan menyeluruh untuk memastikan keselamatan warganya dari pandemi virus corona.

Virus itu menyebar cepat pada pertemuan biro politik komite pusat partai yang berkuasa, yang dipimpin oleh Kim Jong-un, menurut laporan media pemerintah pada Minggu .

Korean Central News Agency (KCNA) mengatakan virus yang tersebar luas telah menciptakan hambatan pada upaya pembangunan ekonomi Korea Utara, meskipun menambahkan negara itu "telah mempertahankan situasi anti-epidemi yang sangat stabil" berkat "langkah-langkah anti-epidemi yang sangat ketat, konsistensi dan keharusan dalam tindakan perlindungan nasional. "

Dalam pertemuan Biro Politik Komite Sentral Partai Buruh Korea pada Sabtu (10/4), resolusi bersama diadopsi untuk mengambil "langkah-langkah negara yang lebih menyeluruh untuk melindungi kehidupan dan keselamatan rakyatnya dari penyakit epidemi yang mendunia. "

Langkah itu juga termasuk tujuan untuk "terus mengintensifkan layanan darurat anti-epidemi nasional dan mendorong maju pembangunan ekonomi, meningkatkan kemampuan pertahanan nasional, dan menstabilkan mata pencaharian masyarakat tahun ini," kata KCNA.

Laporan itu juga mengatakan Kim Yo Jong, saudara perempuan Kim Jong-un dan pejabat senior pemerintah, terpilih sebagai anggota pengganti Biro Politik Komite Sentral dari partai yang berkuasa.

Sementara itu, sebuah laporan terpisah KCNA mengatakan pada Minggu bahwa Kim Jong-un mengawasi latihan mengejar pesawat serang.

Kim menyatakan sangat puas dengan latihan itu tetapi menggarisbawahi "tugas-tugas penting untuk lebih meningkatkan efisiensi tempur," kata laporan itu

Sumber: Reuters


 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar