Karimun gratiskan biaya pemeriksaan cepat COVID-19 bagi mahasiswa

id rapid test mahasiswa karimun

Karimun gratiskan biaya pemeriksaan cepat COVID-19 bagi mahasiswa

Bupati Karimun Aunur Rafiq. ANTARA/HO-Dok. Humas Pemkab Karimun

Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karimun akan menggratiskan pemeriksaan cepat atau rapid test COVID-19, bagi mahasiswa daerah setempat yang ingin kembali melanjutkan perkuliahan di daerah lain.

"Rapid test gratis ini khusus untuk mahasiwa yang ingin kuliah dan berangkat menggunakan transportasi udara," kata Bupati Karimun Aunur Rafiq di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Aunur Rafiq mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri telah menyalurkan bantuan sebanyak 300 alat rapid test, dan nantinya akan digunakan untuk pelaksanaan rapid test terhadap mahasiswa yang ingin kuliah dan berangkat dengan pesawat atau transportasi udara.

Untuk sementara, kata dia, penggratisan rapid test ini diberikan kepada mahasiswa yang masuk kategori tidak, mengingatkan jumlah alat rapid test yang terbatas.

"Pada prinsipnya, pemerintah daerah akan membantu, namun alat rapid test ini diprioritaskan untuk mahasiswa yang kurang mampu," kata dia.

Dia mengatakan, penggratisan rapid test ini ditujukan kepada mahasiswa yang ingin kembali berkuliah, bukan untuk mereka yang baru mendaftar untuk kuliah di perguruan tinggi tertentu di daerah lain.

"Pengajuan rapid test gratis dilakukan di puskesmas dengan menunjukkan kartu mahasiwa, kartu pelajar dan KTP, serta bukti bahwa mereka memang akan kembali mengikuti kegiatan perkuliahan," kata dia.

Bupati berharap kebijakan ini dapat membantu mahasiswa yang kurang mampu mengingat biaya untuk mengikuti rapid test cukup mahal, mencapai Rp275.000 sampai Rp400.000.

Biaya sebesar ini, menurut dia, memang cukup membebani mahasiswa atau pelajar tidak mampu.

"Mudah-mudahan kebijakan ini dapat membantu anak-anak kita yang pulang berlibur dan ingin kembali kuliah atau belajar. Dan saya sudah mengeluarkan peraturan bupati untuk membantu mereka agar bisa di rapid test tanpa biaya," ujar Aunur Rafiq. 
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar