Jenazah terduga teroris di Sukoharjo diambil keluarganya

id Jenazah terduga teroris

Jenazah terduga teroris  di Sukoharjo diambil keluarganya

Petugas mengangkat peti jenazah diduga teroris yang ditembak Densus 88 Antiteror dari ruang jenazah RS Bhayangkara Semarang, Minggu. (ANTARA/ I.C.Senjaya)

Semarang (ANTARA) - Jenazah MJI alias IA, terduga teroris yang ditembak Densus 88 Antiteror dalam penangkapan di Dukuh Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Jumat (10/6) telah diambil keluarganya untuk dimakamkan.

Ayah MJI, Kemis, datang ke RS Bhahangkara Semarang, Minggu, untuk mengambil jenazah yang selanjutnya akan langsung dimakamkan di Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Pendamping keluarga MJI dari The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono datang bersama Kemis untuk mengambil jenazah terduga teroris yang sempat dirawat di RS Dr.Kariadi Semarang itu.

Jenazah keluar dari kamar jenazah RS Bhayangkara Semarang sekitar pukul 14.00 wib.

Endro menjelaskan keluar MJI diberitahu kabar kematian tersebut pada Sabtu (11/7) malam.

Ayah MJI yang berangkat ke Semarang, katanya, sempat diinapkan semalam oleh petugas karena penyerahan jenazah baru dilakukan pada hari Minggu.

Atas rangkaian kejadian yang menewaskan warga Mojosongo, Kota Solo, itu, Endor mempertanyakan beberapa hal terkait dengan penangkapan maupun kematian MJI.

"Belum ada surat penangkapan untuk MJI, sehingga alasan resmi penangkapannya belum bisa dikonfirmasi," katanya.

Selain itu, ia juga meminta penjelasan medis dari rumah sakit perihal penyebab kematian MJI.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol.Argo Yuwono dalam siaran persnya, mengatakan, ada perlawanan oleh MJI saat akan ditangkap oleh Densus 88.

"Tersangka melawan dengan senjata tajam, sehingga dilakukan tindakan yang terarah dan terukur," katanya.

Penangkapan MJI, lanjut dia, diduga terkait dengan rangkaian penyerangan anggota Polres Karanganyar di lereng Gunung Lawu oleh pelaku Karyono Widodo beberapa waktu lalu.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar