Pengoperasian Waduk Kawal di Bintan butuh biaya Rp300 miliar

id Waduk kawal

Pengoperasian Waduk Kawal di Bintan butuh biaya Rp300 miliar

Waduk Sei Gesek, salah satu sumber air di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (ANTARA/Nikolas Panama)

Bintan (ANTARA) - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Provinsi Kepulauan Riau, Mahyudin, mengatakan untuk pemanfaatan dan pengoperasional Waduk Kawal di Kabupaten Bintan dengan kapasitas 400 liter per detik membutuhkan dana sebesar Rp300 miliar.

“Kita sudah menghitung secara keseluruhan kebutuhan bagi pengoperasional Waduk Kawal, yakni pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) sekitar Rp150 miliar. Kemudian untuk jaringan sepanjang 25 sampai 27 kilo meter membutuhkan anggaran sebesar Rp150 miliar,” ujar Mahyudin, di Tanjungpinang, Rabu (29/7).

Dia menjeaskan, IPA Waduk Kawal akan dibangun di kawasan Sei Gesek, karena rentang kendalinya tidak mendukung, apabila pembangunan infrastruktur tersebut di lokasi Waduk Kawal.

Apalagi untuk distribusinya akan menggunakan jaringan yang ada di Waduk Sei Gesek.

“Di Waduk Kawal akan dibangun pompa yang akan mendorong air dari Waduk Kawal ke IPA Kawal yang ada di Gesek. Sedangkan untuk distribusinya menggunakan jaringan Waduk Sei Gesek,” jelasnya.

Menurut dia, kapasitas Waduk Kawal dengan Waduk Gesek berbeda, sehingga butuh IPA baru yang mampu menampung jumlah yang lebih besar.

Operasional Waduk Kawal ditargetkan pada 2021 mendatang, namun bagaimana teknis penganggarannya masih terus dibahas.

“Apakah pola sepenuhnya menggunakan anggaran daerah, berbagi anggaran antar Pemerintah Daerah atau berbagi anggaran Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat. Kita sudah mengajukan rencana kebutuhan ini ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan,” tutur Mahyudin.

Terpisah, Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua, mengatakan, dari informasi yang didapatkan, untuk pembangunan infrastruktur tersebut sepenuhnya akan menggunakan anggaran APBN. Karena, apabila bertumpu pada anggaran daerah, kekuatan yang tersedia sangat terbatas.

“Dari pembahasan memang membutuhkan jaringan dan IPA baru. Karena IPA Sei Gesek kapasitasnya adalah 100 liter per detik. Sementara kapasitas Waduk Kawal 400 liter per detik,” ujarnya.

Politisi Partai Hanura itu menegaskan, Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto, beberapa waktu lalu sudah berkomitmen untuk menuntaskan program interkoneksi Waduk Kawal ke Waduk Sei Gesek ini pada 2021 mendatang.

Bagaimana pun teknisnya, lanjut Rudi, tahun depan Waduk Kawal harus memberikan manfaat bagi kebutuhan air untuk Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

“Kita berharap semua kebutuhan infrastruktur pendukung untuk operasional Waduk Kawal ditangani oleh Pemerintah Pusat. Sehingga anggaran daerah bisa difokuskan bagi kebutuhan lainnya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pembangunan fisik Waduk Kawal memakan anggaran sebesar Rp85 miliar yang bersumber dari APBN melalui Satker Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai Sumatera IV (BWS IV).

Pembangunan dimulai pada 2017 lalu dengan alokasi sebesar Rp22 miliar, kemudian pada 2018 dialokasikan Rp67,6 miliar, dan selanjutnya pada 2019 sebesar Rp5 miliar.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar