Batam (Antara Kepri) - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi swasta dengan pelatihan penyusunan instrumen penjaminan mutu internal sebagai bagian dari proses akreditasi di Batam, Jumat.

Ketua Aptisi Edy Suandi Hamid di Batam, Kepulauan Riau, mengatakan, penjaminan mutu internal penting dalam mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi.

"Operasional penjamin mutu bagi perguruan tinggi merupakan kewajiban yang harus ditunaikan," kata dia.

Menurut dia, hingga saat ini belum semua PTS memiliki lembaga penjaminan mutu, sehingga perlu pelatihan oleh Aptisi.

Penjaminan mutu internal menjadi "self assessment" perguruan tinggi sebelum diakreditasi oleh pihak ketiga.

Meski dilakukan oleh internal perguruan tinggi, kata dia, tetap harus dilakukan secara objektif oleh petugas.

Pelatihan yang diikuti 100 orang itu diharapkan dapat memberikan pemahaman peserta mengenai perangkat sistem penjaminan mutu dan kinerja perguruan tinggi, serta menjawab tantangan persaingan mutu di level nasional maupun internasional.

Ia mengatakan selain memberikan mutu pendidikan terbak, tugas perguruan tinggi adalah menjaga kepercayaan masyarakat dengan meningkatkan layanan akademik.

"Hal ini bukan hanya tantangan kontemporer, tetapi juga menjadi peluang yang wajib direspons sungguh-sungguh oleh pemangku kepentingan perguruan tinggi," kata dia.

Untuk menjawab konsistensi perguruan tinggi mengelola dan menjamin aspek sumber daya, isi dan sistem nilai dengan baik, perguruan tinggi dituntut menggunakan sistem manajemen yang baik dan teruji dan memiliki jaminan mutu yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Dengan demikian, perguruan tinggi yang melaksanakan penjaminan mutu dengan baik pasti memberikan jaminan bermutu bagi pemangku kepentingan" kata dia.  (Antara)

Editor: Rusdianto