Harry: Provinsi Khusus Batam Butuh Kajian

id Harry,azhar,azir,Provinsi,Khusus,Batam,Butuh,Kajian
Perlu kemauan politik. Saya belum tahu itu. Tapi kalau melihat pemikiran Presiden Jokowi, 'kayaknya' cocok. Yang penting semuanya maju
Batam (Antara Kepri) - Mantan anggota DPR dari daerah pemilihan Kepulauan Riau Harry Azhar Azis menyatakan, realisasi pembentukan provinsi khusus Batam yang diwacanakan sejumlah pihak masih membutuhkan kajian yang mendalam.

"Provinsi Khusus Batam, membutuhkan banyak kajian," kata Harry yang saat ini menjabat sebagai anggota BPK RI di Batam, Kepri, Senin.

Saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI Harry juga sempat mewacanakan pembentukan provinsi khusus Batam untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia itu.

Harry mengingatkan, bila menjadi provinsi khusus, maka kekhususannya terkait potensi ekonomi yang dimiliki Batam.

Indonesia memang mengenal provinsi khusus, namun belum ada yang terkait potensi ekonomi, melainkan kekhususan kultural seperti Yogyakarta, kekhususan tertentu seperti Aceh dan lokasi ibu kota seperti Jakarta.

"Belum ada model provinsi khusus berdasarkan potensi ekonomi, kalau ini bisa diadakan, maka bisa diterapkan di beberapa tempat lain seperti Papua, Sabang dan Bitung," kata Harry.

Batam memiliki potensi ekonomi yang besar, didukung lokasinya yang strategis, berada di Selat Malaka, berdekatan dengan Singapura.

Bila Batam menjadi provinsi khusus, maka harapannya adalah dapat menjadi lokasi pelabuhan alternatif di luar Singapura.

Ia yakin, bila Batam dikelola dengan baik, maka kawasan itu dapat memberikan sumbangan ekonomi yang lebih besar kepada Indonesia.

Menurut dia, untuk mewujudkan provinsi khusus Batam, maka diperlukan kemauan politik dari pemerintah.

"Perlu kemauan politik. Saya belum tahu itu. Tapi kalau melihat pemikiran Presiden Jokowi, 'kayaknya' cocok. Yang penting semuanya maju," kata dia.

Sementara itu, wacana pembentukan Provinsi Khusus Batam mulai ramai diperbincangkan sejumlah masyarakat, menyusul sengketa wewenang antara Pemkot Batam dan Badan Pengusahaan Kawasan Batam yang tidak kunjung selesai.

Terlebih, pertumbuhan ekonomi Kepri terus merosot dari tahun ke tahun, dengan kontribusi terbesar dari Kota Batam.

Dan terakhir, BI mengumumkan pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan I-2017 hanya berkisar 2 persen (yoy) dan diperkirakan berada dalam posisi sekitar 4 persen (yoy) sepanjang 2017. Angka itu jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi 2014 yang mencapai 7 persen (yoy). (Antara)

Editor: Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga