Warga Karimun serbu pangkalan gas elpiji

id gas elpiji, karimun

Warga Karimun serbu pangkalan gas elpiji

Warga Karimun antri untuk mndapatkan gas elpiji yang baru datang di pangkalan. Foto Antara Kepri/Elhadif Putra

Karimun (ANTARA) - Warga menyerbu pangkalan gas elpiji 3 kilogram di kawasan Batu Lipai, Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu.

Begitu melihat truk pengangkut elpiji tiba di pangkalan PT Rama Putra Perkasa, warga datang berbondong-bondong sambil menenteng tabung gas milik mereka.

Tanpa dikomando ratusan warga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan langsung membuat barisan antrean.

Padahal petugas dari agen elpiji PT Petromas Jaya Abadi masih menurunkan tabung-tabung gas dari truk ke dalam gudang pangkalan.

Antrian warga cukup panjang, hingga sampai ke tepi jalan raya.

Kondisi ini disebabkan karena sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Fenomena langkanya gas bersubsidi di Kabupaten Karimun telah terjadi sejak tiga prkan terakhir.

Seorang warga, Ani menuturkan dirinya telah kehabisan gas sejak empat hari yang lalu. Ia mengaku setiap hari berkeliling ke pangkalan-pangkalan untuk mencari gas.

"Sudah empat hari saya cari. Tadi pagi cari ke Bukit Senang, lalu saya ke Leho, tapi tak dapat. Pas nampak lori (truk) ini saya tanya, katanya mau bongkar di Batu Lipai. Ini lah baru dapat," kata Ani.

Sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram juga diungkapkan oleh seorang warga lain, Sabar. Pria yang beralamat di Baran I, Kecamatan Meral, mengharapkan agar pemerintah daerah dapat segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Kita minta kalau bisa tambah kuota lah," harapnya.

Sabar juga menyayangkan gas elpiji bersubsidi juga digunakan oleh orang yang mampu.

"Kalau untuk orang susah ya (untuk) orang saja. Kalau lebih (mampu) tu, beli lah yang agak lebih," ungkapnya.

Sementara seorang petugas PT Petromas Jaya Abadi mengatakan pihaknya mendistribusikan sebanyak 300 tabung gas elpiji ke PT Rama Putra Perkasa.

"Gas baru datang. Kami antar ke pangkalan-pangkalan. Untuk di sini 300 tabung. Jumlah untuk pangkalan berbeda-beda, tergantung pangkalannya," kata petugas tersebut.

Dari pantauan di lokasi, pendistribusian dimulai sekira pukul 15.00 WIB. Hanya sekitar 40 menit, tabung gas melon yang baru datang ludes dibeli warga. Akibatnya sejumlah warga yang baru datang tidak kebagian.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar