Batam (ANTARA) - Pelabuhan Domestik Sekupang di Kota Batam sepi, pada hari ketiga pemberlakuan larangan mudik Lebaran 2021, Sabtu.
"Sepi sekali, enggak ada orang," kata Kepala Pengelola Pelabuhan Domestik Sekupang, Sohirnadi di Batam.
Meski begitu, pelabuhan masih melayani pelayaran sejumlah kapal yang masih siaga melayani penumpang, dengan syarat yang sudah ditetapkan Pemerintah Provinsi Kepri.
Ia mengatakan, tidak seperti pada hari normal, maka saat ini tidak ada jadwal pelayaran. Kapal berlayar disesuaikan dengan permintaan penumpang dan kesiapan operator.
"Kalau pelayaran ada, pelabuhan terbuka. Cuma untuk berangkat itu mati jam. Penumpangnya harus diseleksi sesuai Surat Edaran Gubernur," kata dia.
Sejak pagi, warga yang hendak berangkat sesuai persyaratan menunggu penumpang lainnya hingga jumlahnya dinilai cukup untuk operator.
"Ada yang dari pagi datang, tunggu saja di sini apa ada yang mau berangkat lagi. Dikumpulin sampai sore, dapat 20 orang. Kami tanya operator, apa mau bawa, kalau operator mau bawa, ya berangkat," kaya dia.
Dari sejumlah pelayaran yang biasa dilayani di Pelabuhan Domestik Sekupang, yang masih berlayar hanya tujuan Tanjung Batu Kabupaten Karimun.
Ia menegaskan, penumpang yang dapat berlayar hanya yang sesuai persyaratan.
"Yang berangkat 22 orang itu orang dinas, polisi dinas, orang sakit, pekerja informal yang bawa surat keterangan dari RT/RW kalau masyarakat mudik tidak boleh," kata dia.
Sesuai dengan SE Gubernur Kepri Ansar Ahmad, maka yang dapat bepergian sepaniang larangan mudik Lebaran 6-17 Mei 2021 adalah pegawai instansi pemerintahan/ASN dan pegawai BUMN/BUMD, menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari pejabat setingkat Eselon II, pegawai swasta menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari pimpinan perusahaan dan pekerja sektor informal menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari kepala desa/lurah/ketua RT/RW.
Kemudian kunjungan duka anggota keluarga meninggal dan kunjungan keluarga sakit dan masyarakat untuk keperluan pengobatan, ibu hamil, dan kepentingan persalinan, menunjukkan surat rujukan dokter dari fasilitas kesehatan.
Ia mengatakan sejak kebijakan itu berlaku, maka angka penumpang turun drastis.
Apabila sebelum pemberlakuan rata2 penumpang mencapai sekitar 1.800 orang per hari, maka kini hanya 20 orang per hari.

Komentar