Tes antigen sebagai syarat perjalanan dinilai memberatkan masyarakat

id Penghapusan antigen perjalanan

Tes antigen sebagai syarat perjalanan dinilai memberatkan masyarakat

Dua orang penumpang tengah berjalan di terminal pelabuhan SBP Tanjungpinang. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad masih mengkaji wacana penghapusan penggunaan tes usap antigen COVID-19 sebagai syarat perjalanan antarpulau di daerah tersebut.

"Sedang kami pertimbangkan," kata Ansar di Tanjungpinang, Jumat.

Ansar menegaskan bahwa sampai saat ini tes usap antigen masih berlaku di tiap-tiap pelabuhan keberangkatan penumpang antarpulau, contohnya di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

Menurutnya hal itu bertujuan mengurangi mobilitas orang di tengah masih mewabahnya pandemi COVID-19, meskipun dalam beberapa pekan terakhir ini jumlah penyebaran kasus virus itu makin melandai, yang ditandai dengan penurunan dari PPKM level empat menjadi level tiga.

"Tapi tetap harus waspada, kita tidak ingin penghapusan syarat tes usap antigen justru memicu kembali naiknya kasus COVID-19," ujar Ansar.

Politisi Golkar itu pun mengakui penerapan tes usap antigen di pelabuhan cukup memberatkan masyarakat, kendati biaya tes kesehatan tersebut sudah turun dari Rp150 ribu menjadi Rp85 ribu.

"Kita memaklumi itu di tengah kesulitan ekonomi dampak COVID-19. Apakah nanti akan dihapus, tentu perlu dikaji dulu," katanya menegaskan.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kepri Wahyu Wahyudin meminta Pemprov Kepri mengevaluasi kembali syarat tes usap antigen bagi penumpang transportasi laut antarpulau karena dinilai membebani masyarakat.

Masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan tes usap antigen, selain tiket kapal dan pas masuk penumpang di pelabuhan.

Menurut dia sebaiknya penerapan tes kesehatan untuk mendeteksi COVID-19 itu dihapus dan sebagai gantinya, warga cukup menunjukkan surat vaksin untuk keberangkatan di pelabuhan.

"Dengan penurunan kasus COVID-19 saat ini, syarat penumpang antarpulau cukup surat vaksin ditambah penerapan protokol kesehatan ketat ketika hendak berangkat," ucap Wahyudin.
Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar