Jumat, 20 Oktober 2017

Empat Prajurit Gugur dalam Kecelakaan Latihan di Natuna

id Meninggal,Kecelakaan,Latihan,PPRC,Natuna,tni
Empat Prajurit Gugur dalam Kecelakaan Latihan di Natuna
Seorang prajurit TNI yang terluka dievakuasi usai mengalami kecelakaan dalam Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC)TNI di Natuna, Rabu (17/5) siang. (antarakepri.com/Istimewa)
Ada yang luka parah pada badan. Dan ada yang meninggal dunia dan dibawa ke kamar jenazah
Karimun (Antara Kepri) - Sedikitnya empat prajurit TNI dari kesatuan Yon Arhanud I Kostrad tewas dalam insiden kecelakaan penembakan dalam latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang digelar TNI di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu siang.

Seorang saksi mata Herman kepada Antara di Tanjung  Balai Karimun, Rabu menuturkan, para korban yang mengalami luka tembak membuat sibuk tim medis di RSUD Natuna.

"Ada yang luka parah pada badan. Dan ada yang meninggal dunia dan dibawa ke kamar jenazah," ujar Herman yang dihubungi dari Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepri.

Berdasarkan informasi dihimpun, empat prajurit TNI yang meninggal dunia, yaitu Kapten Arh Heru, Praka Edi, Pratu Marwan dan Pratu Ibnu Hidayat.    

Praka Edi mengalami luka dengan tubuh hancur di bagian pinggang, dia dievakuasi ke RSUD menggunakan helikopter, namun meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis karena kehabisan darah.

Sedangkan Kapten Arh Heru meninggal dunia dan belum sempat di bawa ke rumah sakit.

Kemudian, Pratu Marwan mengalami luka parah dengan kaki kiri patah dan kaki kanan putus. Pratu Marwan meninggal dunia setelah dievakuasi ke rumah sekitar pukul 12.30 WIB.

Terakhir, Pratu Ibnu Hidayat juga meninggal akibat luka di beberapa bagian tubuhnya.

Selain korban meninggal dunia, beberapa prajurit TNI lain mengalami luka-luka, antara lain Pratu Bayu Agung mengalami luka pada leher dan paha kanan akibat percikan peluru, Serta Alpredo Siahaan dengan jari kanan putus dan paha luka, Prada Danar juga luka pada paha, Pratu Ridai mengalami luka pada lutut, dan Pratu Didi Hardianto mengalami luka pada tangan kiri, Sertu Blego Switage juga luka pada tangan dan perut.

Masih menurut saksi mata, kecelakaan yang memakan korban jiwa itu, berawal ketika sebuah drone melintas dari atas Stelling ARH dan melakukan penembakan, yang diduga pucuk atau senjata yang digunakan kehilangan kontrol, dan memuntahkan peluru di luar kendali penembaknya, beberapa prajurit yang terlibat dalam latihan militer tersebut terkena percikan dan serpihan peluru. (Antara)

Editor: Evy R Syamsir

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga