Pemkot Batam Bangun Satu Puskesmas Tiap Tahun

id puskesmas batam, batam kepulauan riau, kepala dinas kesehatan batam didi kusmaryadi, puskesmas pulau, batam kekurangan puskesmas

"Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, satu tahun dibangun minimal satu Puskesmas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmaryadi.

Batam (AntaraKepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau merencanakan menambah satu Puskesmas setiap tahun, demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, satu tahun dibangun minimal satu Puskesmas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmaryadi di Batam, Selasa.

Ia belum menjelaskan lokasi rencana pembangunan Puskesmas setiap tahun. Nantinya itu disesuaikan dengan hasil aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam Musrembang.

Saat ini, terdapat 17 Puskesmas di pulau utama dan pulau pesisir. Dua Puskesmas sedang tahap penyelesaian pembangunan, yaitu di Kampung Jabi, Nongsa dan di Rempang Cate, Pulau Rempang.

Pemerintah berharap dua Puskesmas itu bisa segera rampung dan dioperasionalkan.

"Sampai akhir tahun ini mudah-mudahan ada 20 Puskesmas. Dari 17 yang sudah ada, tambah dua dan tambah satu lagi," kata dia.

Jumlah Puskesmas di Batam nisbi masih kurang bila dibandingkan dengan jumlah penduduk kota itu yang mencapai 1,2 juta orang.

Menurut dia, berdasarkan ketentuan, 1 puskesmas melayani 30.000 jiwa. Dengan jumlah penduduk 1,2 juta orang, maka idealnya Batam memiliki 40 Puskesmas.

Namun, rasio Puskesmas itu tidak sepenuhnya berlaku di Batam, karena terdapat banyak klinik kesehatan swasta di kota itu yang juga melayani masyarakat kelas menengah ke bawah.

Klinik-klinik kesehatan di Batam bahkan juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, menjamin kesehatan tenaga kerja.

Tapi, menurut dia, klinik kesehatan tidak bisa disamakan dengan Puskesmas, karena tidak melakukan tindakan preventif.

"Di klinik tidak ada unit kesehatan masyarakat, tidak ada tindakan preventif, sosialisasi dan sebagainya. Hanya pengobatan," ucap Kepala Dinas. (Antara)
 
Editor: C Hamdani

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar