PDIP buka peluang nonkader jadi caleg 2019

id Pďip batam,Caleg non kader pdip batam

Ilustrasi PDIP (Foto antaranews.com)

Kami di internal sudah mulai memantau, menyusun draf caleg yang punya potensi di dapil masing-masing

Batam (Antaranews Kepri) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Batam, Kepulauan Riau, meskipun mengutamakan kalangan internal, namun membuka peluang mencalonkan nonkader ke Pemilu Legislatif 2019.

"Untuk nonkader, kami membuka diri, melihat ketokohan, integritas dan loyalitas," kata Ketua PDIP Kota Batam, Jamsir usai perayaan HUT ke-45 PDIP di Batam, Rabu.

Partai sudah memiliki mekanisme dan filter tersendiri yang digunakan untuk menyaring sosok yang akan diusung ke pemilu legislatif.

Menurut dia, partai mengutamakan sosok yang berkomitmen untuk menjalankan visi dan misi partai, karena bagi PDIP, pemilu bukan sekadar menang dan kalah melainkan menegakkan demokrasi.

"Kami punya filter, bukan bicara menang kalah tapi ideologi demokrasi yang ada selamanya di kader. Terbukti ada namanya sekolah partai yang mengetes sejauh mana komitmen terhadap partai dengan misi dan visi partai," kata dia.

Saat ini, PDIP Kota Batam sudah mulai menilai kader mana yang layak diusung ke pemilu legislatif, sambil menunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum terkait daerah pemilihan.

PDIP juga memiliki mekanisme yang diatur oleh DPP dalam mengusung kader potensial. 

"Kami di internal sudah mulai memantau, menyusun draf caleg yang punya potensi di dapil masing-masing," kata dia.

Ia memastikan, ketua, sekretaris dan bendahara partai di tingkat PAC memiliki porsi menjadi caleg dari tiap dapil.

Di tempat yang sama, kader PDIP yang ditugaskan sebagai Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto menyatakan, penilaian kader sesuai rangking berbasis kinerja berdasarkan pengkaderan.

Nuryanto juga mengatakan partai memungkinkan caleg berasal dari nonkader partai. Namun menurut dia, peluang terbesar tetap diberikan kepada kader.

"Kemungkinan itu ada, tapi pengkaderan di partai berjalan," kata dia.

PDIP memiliki mekanisme untuk menentukan dan menetapkan kader yang maju dalam Pemilu, tidak serta merta menunjuk sembarang orang.

"Kami lebih mengutamakan kader yang berkecimpung dan berkarya dengan pengorbanan. Ada pendidikan, pengkaderan. Ideologi kebangsaan itu menjadi catatan mutlak," kata dia.

Namun, teknis rekrutmen caleg masih menunggu petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dari DPP.

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar