Dwi Ria Sosialisasi 4 Pilar di Karimun

id anggota DPR,Dwi Ria Latifa,Sosialisasi 4 pilar

Dwi Ria Sosialisasi 4 Pilar di Karimun

Anggota Komisi II DPR Dwi Ria Latifa menyerahkan beberapa buku tentang 4 pilar berbangsa kepada Kepala SMP Swasta Santo Yusup Rudi Muryono, Selasa (6/2). (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Generasi muda, terutama di daerah perbatasan seperti Kabupaten Karimun ini harus faham dan mengetahui apa itu empat pilar yang menjadi perekat dan pemersatu bangsa
Karimun (Antaranews Kepri) - Anggota DPR daerah pemilihan Kepulauan Riau Dwi Ria Latifa menyosialisasikan empat pilar berbangsa dan bernegara kepada para pelajar SMP dan SMA Santo Yusup, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun.

"Generasi muda, terutama di daerah perbatasan seperti Kabupaten Karimun ini harus faham dan mengetahui apa itu empat pilar yang menjadi perekat dan pemersatu bangsa," kata Dwi Ria Latifa di sela sosialisasi tersebut, Selasa.

Dwi Ria Latifa yang juga alumni SMP Santo Yusup mengatakan, empat pilar berbangsa dan bernegara tersebut antara lain, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dia menjelaskan satu per satu dari empat pilar tersebut kepada para siswa, bahwa pilar pertama Pancasila merupakan dasar dan falsafah bangsa yang menjadi pedoman kehidupan berbangsa.

Pilar kedua, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, pilar keempat NKRI, sebuah negara kesatuan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dan pilar keempat Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki makna berbeda-beda suku, agama, ras dan adat istiadat tetapi hidup berdampingan dengan rukun dan damai dalam kerangka NKRI.

Dia mengatakan sosialisasi empat pilar sangat penting di tengah berbagai persoalan yang mencuat dan mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara, dan munculnya berbagai isu seperti terorisme, rasisme dan faham yang menyimpang dari agama.

"Para siswa merupakan generasi penerus yang akan menjadi pemimpin bangsa, mereka harus dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan yang tertuang dalam empat pilar itu, dan generasi muda juga harus faham dengan keanekaragaman kultur dan budaya bangsanya," tuturnya.

Dia juga menyinggung soal pengaruh budaya asing di daerah perbatasan, seperti Kabupaten Karimun yang berbatasan langsung Malaysia dan Singapura.

Menurut dia, salah satu pengaruh dari dua negara itu seperti siaran televisi dari dua negara tersebut yang banyak ditonton masyarakat, termasuk generasi muda.

"Jika tidak dibentengi dengan nilai-nilai kebangsaan, maka pengaruh budaya dari dua negara itu bisa berpotensi lunturnya rasa berbangsa dan bernegara," kata dia.

Sosialisasi empat pilar, menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, tidak hanya tanggung jawab pemerintah dan DPR/MPR, tetapi juga kewajiban seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila.

"Yakinlah, sepanjang jiwa dan hati kita masih memiliki nilai-nilai Pancasila, kita tidak akan mudah dipecah belah meskipun faham yang menyimpang," kata dia.

Dwi Ria mencontohkan heterogennya para siswa Pergurusan Santo Yusuf, namun tetap bisa belajar bersama-sama penuh dengan kebersamaan.

"Kalau empat pilar itu kita pegang teguh, ibarat bangunan yang kokoh dan kuat, maka kehidupan berbangsa dan bernegara juga tidak akan mudah goyah," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMP Santo Yusup Rudi Muryono mengapresiasi sosialisasi empat pilar yang digelar anggota DPR.

Rudi Muryono mengatakan, sosialisasi empat pilar kepada para siswa sangat penting sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

"Kami berharap anak-anak dapat menerapkan materi sosialisasi yang disampaikan Ibu Dwi Ria Latifa, yang sebenarnya juga alumni sekolah ini," kata dia.

Acara sosialisasi empat pilar tersebut juga diisi dengan dialog menyampaikan berbagai permasalahan pendidikan dan aspirasi dari kalangan siswa maupun guru.

Hadir dalam acara sosialisasi tersebut anggota DPRD Karimun Aloysius dan Sulfanow Putra. 

Editor: Nusarina Yuliastuti
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar