Kepri kekurangan kapal untuk mudik lebaran

id arus mudik 2018,kepri kekurangan kapal

Sejumlah kapal bersandar di area Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Peningkatan jumlah orang yang mudik ini, mengakibatkan transportasi laut masih kurang,
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Provinsi Kepulauan Riau kekurangan kapal untuk membawa penumpang yang ingin mudik menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah.

Kepala Dinas Perhubungan Kepri Jamhur Ismail di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, jumlah armada laut rute antarpulau masih kurang, meski perusahaan pelayaran sudah menambahnya.

"Permasalahan yang timbul seperti armada kapal yang kurang mengakibatkan banyak calon penumpang tidak terangkut," kata Jamhur.

Jamhur mengatakan calon penumpang tidak kebagian tiket merupakan fenomena yang biasa menjelang lebaran karena jumlah penumpang menjelang lebaran tahun ini membludak.

Kapal perintis maupun kapal cepat yang mengangkut penumpang sudah ditambah oleh seluruh perusahaan pelayaran untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Namun armada laut yang tersedia masih kurang.

Lonjakan penumpang yang mudik melalui jalur laut terjadi sejak H-7 Idul Fitri 1439 Hijriah. Saat itu merupakan hari pertama cuti bersama sehingga banyak yang mudik bersama keluarga.

"Peningkatan jumlah orang yang mudik ini, mengakibatkan transportasi laut masih kurang," katanya.

Jamhur mencontohkan, kapal cepat rute Tanjungpinang-Dumai sudah ditambah oleh pihak perusahan pelayaran, namun ternyata masih belum mencukupi untuk menampung atau melayani semua pemudik.

Begitu juga jumlah armada kapal yang melayani rute Tanjungpinang-Tanjungbatu, kata dua pihak perusahan pelayaran pelayaran sudah menambahnya. Sedangkan untuk kapal rute tujuan Tanjungpinang-Anambas dan Natuan sudah dilayani dengan empat Kapal Perintis.

"Kami ingatkan pihak perusahan pelayaran agar menaati aturan, tidak boleh memaksakan membawa penumpang berlebihan yang menimbulkan bahaya," kata dia.

Ia menegaskan penumpang tidak perlu khawatir terjadi kenaikan harga tiket kapal. Pemerintah akan memantau penjualan tiket dan proses pengangkutan penumpang.

"Kami jamin tidak ada kenaikan harga tiket kapal. Itu sudah menjadi komitmen bersama," jelasnya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar