Kadinkes: gagal ginjal meningkat cepat di Kepri

id Gagal ginjal,Kadinkes Kepri,Tjetjep Yudiana

Kadinkes: gagal ginjal meningkat cepat di Kepri

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Dalam delapan tahun terakhir, kasus gagal ginjal naik 10 kali lipat. Kalau pada 2010 hanya 85 orang, sekarang sudah 800 orang yang dicuci darahnya seminggu dua sampai tiga kali
Karimun (Antaranews Kepri) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana menyebutkan kasus gagal ginjal di daerah itu meningkat relatif cepat selama delapan tahun terakhir.

"Dalam delapan tahun terakhir, kasus gagal ginjal naik 10 kali lipat. Kalau pada 2010 hanya 85 orang, sekarang sudah 800 orang yang dicuci darahnya seminggu dua sampai tiga kali," kata dia usai pembukaan seminar edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GerMas CerMat) di salah satu hotel di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Tjetjep Yudiana mengatakan kalau pada 2010 penyakit gagal ginjal hanya ditangani di empat rumah sakit di Provinsi Kepri, maka sekarang hampir di setiap rumah sakit menyelenggarakan pelayanan cuci darah, termasuk di Kabupaten Karimun.

Peningkatan kasus gagal ginjal di Provinsi Kepri, menurut dia, disebabkan pola hidup yang tidak sehat dan ditambah dengan tidak cerdasnya meminum obat.

"Yang cerdas itu bagaimana? Pertama, didiagnosis dulu dengan tepat, setelah itu baru kita temukan obatnya. Kalau obatnya sudah ada, kita ikuti petunjuk penggunaannya. Kalau antibiotik empat hari 12 butir, maka harus kita habiskan. Jangan merasa penyakit sudah berkurang, lalu kita berhenti minum obat," tuturnya.

Pola makan obat yang tidak cerdas, kata dia, akan menimbulkan efek yang kurang baik karena penyakit bisa makin parah dan imun terhadap obat.

Kasus gagal ginjal, menurut dia, banyak muncul akibat penderita hipertensi yang tidak patuh minum obat sesuai petunjuk dokter atau lalai minum obat.

Selain itu, katanya, akibat menyalahgunakan obat-obatan, seperti minum minuman energi kalengan supaya kuat berolahraga.

Menurut dia, penyakit yang paling banyak saat ini strok dan jantung, penyebabnya hipertensi kemudian dikaitkan juga dengan diabetes dan kolesterol tinggi.

"Gaya hidup harus kita ubah, makan banyak sayur, kurangi karbohidrat, banyak olahraga, hindari merokok," ujarnya.

Dinkes Kepri telah menggiatkan kegiatan olahraga bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai salah satu cara untuk mencegah penyakit gagal ginjal, strok, diabetes, dan kolesterol tinggi.

"Di Tanjungpinang, tiap minggu ada saja kegiatan olahraga yang diadakan, tujuannya bagaimana masyarakat terbiasa berolahraga secara rutin," kata dia.

Tjetjep mengharapkan melalui seminar edukasi GerMas CerMat dapat memberikan pencerahan dan edukasi bagi para peserta yang merupakan para kader posyandu untuk diteruskan kepada masyarakat.

Sebanyak 30 agen perubahan yang merupakan kalangan apoteker ditugaskan sebagai tempat berkonsultasi dan berkoordinasi bagi para kader posyandu di Kabupaten Karimun.

"Intinya, kader posyandu tidak hanya menangani balita, tetapi membantu para lanjut usia dalam menjaga kesehatan, termasuk bagaimana mereka bisa cerdas menggunakan obat," katanya.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar