TPID Kepri: cabai merah masih picu inflasi Batam

id TPID,kepri,inflasi

Wakil Ketua TPID Kepri Gusti Raizal Eka Putra (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Dengan perkembangan itu, hingga Oktober 2018, inflasi Kepri mencapai 1,86 persen (ytd)
Batam (Antaranews Kepri) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau mencatat kenaikan harga cabai merah masih menjadi pemicu utama inflasi Kota Batam pada Oktober 2018.

"Komoditas utama penyumbang inflasi di Batam antara lain adalah komoditas cabai merah dengan inflasi sebesar 20,37 persen (mtm) dengan andil 0,17 persen," kata Wakil Ketua TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Selasa.

TPID Kepri mencatat Batam mengalami inflasi 0,13 persen (mtm) atau 2,74 persen (yoy). Angka itu lebih tinggi dibandingkan September 2018 yang mengalami deflasi 0,09 persen (mtm) dan inflasi 3,34 persen (yoy).

Setelah kenaikan harga cabai merah, peningkatan harga rokok kretek dan rokok filter disebut juga menjadi pendorong inflasi di kota industri itu.

Masih berdasarkan catatan TPID, rokok kretek mengalami inflasi 5,08 persen (mtm) dengan andil 0,06 persen (mtm) dan rokok filter inflasi 2,56 persen (mtm) dengan andil 0,05 persen (mtm).

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen Kepri pada Oktober 2018 mengalami inflasi sebesar 0,16 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,09 persen (mtm), namun lebih rendah dibandingkan IHK Nasional yang tercatat inflasi 0,28 persen (mtm).

Jika dibandngkan dengan rata-rata historisnya 3 tahun terakhir, yaitu deflasi 0,0002 pesen (mtm), maka inflasi Oktober 2018 tercatat lebih tinggi.

Secara tahunan, inflasi IHK Oktober 2018 tercatat 2,7 persen (yoy), lebih tinggi dibanding inflasi September 2018 sebesar 3,18 persen (yoy).

Bila dibandingkan dengan rata-rata historis 3 tahun terakhir yang sebesar 5,11 persen (yoy), maka inflasi Oktober 2018 tercatat lebih rendah.

"Dengan perkembangan itu, hingga Oktober 2018, inflasi Kepri mencapai 1,86 persen (ytd)," kata dia.

Inflasi Kepri pada Oktober 2018 terutama bersumber dari kenaikan harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dam tembakau serta kelompok transpot, komunikasi dan jasa keuangan.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi Kepri didorong peningkatan harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembajau dengan inflasi 0,72 persen (mtm) dengan andil 0,12 persen (mtm).

Kenaikan harga pada kelompok makanan jadi, munuman, rokok dan tembakau utamanya bersumber dari subsektor tembakau dan minuman beralkohol yang tercatat inflasi 2,29 persen (mtm) dan andil 0,10 persen (mtm).

Sementara itu, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Oktober 2018 inflasi 0,25 persen (mtm) dengan andil 0,05 persen (mtm).

Sedangkan komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok transpor, kounikasi dan jasa keuangan adalah komoditas bensin, yang inflasi 1,17 persen (mtm) dengan andil 0,05 persen (mtm).

Kenaikan harga bensin disebabkan penyesuaian harga bahan bakar khusus yang dilakukan Pertamina di seluruh Indonesia, termasuk Kepri pada 10 Oktober 2018.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar