Tingkat hunian hotel di Batam 100 persen

id Tingkat hunian hotel,batam,PHRI

Ilustrasi: Hotel Goodway Batam. (ANTARA News Kepri/Pradanna Putra)

Saya memang mendengar, tahun-tahun yang lampau pernah ada teror bom di Batam, tapi saya yakin Batam adalah tempat yang aman untuk menghabiskan waktu bersama-sama
Batam (ANTARANews kEPRI) - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Batam menyatakan tingkat hunian hotel di daerah setempat mencapai 100 persen pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2019.

"Hunian hotel di Batam saat ini bagus sekali, bahkan untuk hotel yang berada di kota, mencapai 100 persen, " kata Ketua PHRI Batam, Mansyur di Batam, Kamis.

Hotel yang berada di kota, yaitu yang berlokasi di sekitar Batam Center, Nagoya dan Jodoh.

Sedangkan hotel yang berlokasi di pinggir kota, seperti di Batuaji, tingkat huniannya mencapai 80 persen.

"Untuk resor, tingkat huniannya juga bagus sekali," kata dia.

Menurut dia, mayoritas pelancong yang menginap di hotel di Batam adalah wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura.

"Bahkan, kalau untuk resor, saya berani mengatakan 80 persen yang menginap adalah wisman," kata dia.

Ia mengatakan tingkat hunian hotel pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2019, meningkat signifikan dibanding tahun lalu.

"Saya rasa ini tidak lepas dari rasa nyaman yang diberikan pemerintah melalui infrastruktur di kota," kata dia.

Ditanya mengenai kegiatan perayaan tahun baru, ia mengatakan hampir semua hotel di kota itu memiliki program yang dijual dengan paket khusus.

Sementara itu, sejumlah wisman yang ditemui di pusat perbelanjaan di Batam menyatakan merasa nyaman dan tidak takut menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru di sana.

"Tentu saja kami merasa aman berada di sini, jika tidak, kami tidak akan ke Batam bersama rombongan besar," kata wisman asal Malaysia, Nadya.

Nadya menyatakan tidak takut dengan berbagai kejadian teror yang pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia akan terjadi di Batam pada libur Natal tahun ini.

"Kami yakin Batam aman, Indonesia aman," kata dia.

Nadya datang ke Batam bersama keluarga besarnya untuk menghabiskan libur Natal. Selain berwisata belanja dan kuliner, Nadya berencana untuk mengunjungi ikon Batam, Jembatan Barelang.

Senada dengan Nadya, wisman asal Singapura, Moza, mengatakan tidak merasa takut berlibur di Batam, saat libur Natal tahun ini.

"Saya memang mendengar, tahun-tahun yang lampau pernah ada teror bom di Batam, tapi saya yakin Batam adalah tempat yang aman untuk menghabiskan waktu bersama-sama," kata dia.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Kepulauan Riau, mencatat sebanyak 51.555 wisatawan mancanegara mengunjungi daerah setempat dalam sepekan memasuki libur Natal dan Tahun Baru 2019, Jumat-Selasa (20-25/12).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Batam, Lucky Agung Binarto menyatakan, sepanjang lima hari terakhir, 87.571 orang memasuki Batam dari lima pelabuhan dan satu bandara internasional di Batam, sebsnysk 36.016 di antaranya adalah WNI yang kembali ke Tanah Air dan 51.555 orang lainnya adalah WNA.

Peningkatan kunjungan wisman paling tinggi terjadi pada Sabtu (23/12), yaitu sebanyak 15.159 WNA.

migrasi Batam juga mencatat sepanjang 5 hari terakhir, sebanyak 91.088 orang meninggalkan Batam melalui pelabuhan dan bandara internasional, 47.393 orang di antaranya adalah WNI yang berangkat ke Malaysia dan Singapura, dan 43.695 orang lainnya adalah WNA.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar