Jaksa kawal program seragam sekolah gratis Tanjungpinang

id Jaksa kawal pemkot,seragam sekolah,pemkot tanjung pinang

Suasana belajar di salah satu Sekolah Dasar di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Tahun ini siswa baru SD di daerah itu dapat seragam gratis dari pemerintah setempat. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengawal proses pengadaan seragam gratis siswa SD dan SMP yang merupakan program pemerintah setempat.

"Terkait pengawalan kegiatan ini, kami telah menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang selaku pengelola kegiatan," kata Ketua TP4D Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah, Rabu (28/8).

Menurut Rizky, belum terealisasinya kegiatan yang menjadi bagian dari janji politik pemerintah Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Syahrul-Rahma ini disebabkan pemkot masih menentukan spesifikasi yang tepat.

"Tentunya tidak diinginkan seragam yang diadakan asal-asalan. Selain itu, kalau diadakan sebelum masuk sekolah, tentu belum diketahui pasti jumlah yang dibutuhkan," ujarnya

Dia menegaskan, TP4D Kejari Tanjungpinang tidak menginginkan adanya intervensi dalam proses pengadaan.

Masyarakat khususnya orang tua siswa turut diimbau untuk ikut mengawasi proses pengadaan seragam tersebut.

Sementara, Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Ade Angga mengharapkan paling lambat awal September 2019 seragam gratis itu sudah disalurkan kepada orangtua siswa baru yang sudah terlanjur lama menunggu.

"Kasihan orangtua sudah bertanya-tanya kapan seragam gratis itu diberikan. Ini jangan sampai menghambat anak-anak mereka untuk sekolah," ucapnya.

Politikus Golkar itu juga menyarankan pemkot melibatkan penjahit lokal untuk menjahit seragam gratis tersebut.

Dengan begitu, kata dia, alokasi dana sebesar Rp7,6 miliar yang diperuntukkan terhadap program ini dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat di Tanjungpinang.

"Itu saran kami dari awal, tak tahu kalau pemkot punya opsi lain," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar