Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat menutup layanan tatap muka pengurusan dokumen kependudukan di Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat guna mengantisipasi penyebaran virus corona baru (COVID-19).
"Penutupan layanan tatap muka di Disdukcapil dari 23 Februari 2020 hingga 14 hari ke depan," kata Bupati Solok Gusmal di Arosuka, Sabtu.
Dia menjelaskan penutupan layanan itu karena memang banyak masyarakat Solok yang mengurus dokumen setiap harinya.
Untuk antisipasi penyebaran virus itu, katanya, sementara waktu layanan tatap muka ditiadakan.
Ia menjelaskan selama penutupan layanan tatap muka, masyarakat tetap dapat mengurus dokumen kependudukan melalui Gerakan Online Dukcapil (GO Dukcapil) media komunikasi, seperti halaman web www.disdukcapil.solokkab.go.id atau email disdukcapil@solokkab.go.id.
Baca juga: Ketua KPI: Publik figur deklarasi diri kalau positif COVID-19
Masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan, katanya, dapat mengirimkan foto berkas persyaratan asli melalui media daring dengan menyertakan nomor telepon yang bisa dihubungi.
Setiap permohonan yang telah selesai diproses, Disdukcapil akan menerbitkan dokumen kependudukan (kecuali KTP-e atau KIA).
Sedangkan untuk kebutuhan KTP-e yang sangat mendesak seperti pengurusan BPJS, Rumah sakit, pendaftaran masuk TNI-Polri, tetap diberikan pelayanan dengan pengecekan khusus suhu tubuh bagi pemohon dan petugas.
Baca juga: Mendagri minta pemda percepat penyaluran Dana Desa untuk tekan dampak corona
Ia mengatakan untuk objek wisata yang ditutup pemerintah setempat, seperti Alahan Panjang Resort dan Danau Kembar. Penutupan selama 14 hari ke depan, mulai 21 Maret 2020.
Untuk objek wisata tidak berbayar, seperti kebun teh, taman kota, pinggir danau, pendakian gunung, atau bukit akan dilakukan pemantauan secara optimal oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat.
"Bagi pengelola hotel, rumah makan dan 'home stay' agar melakukan pemeriksaan dan pengawasan serta menyediakan 'hand sanitizer' (cairan pembersih tangan) atau sarana cuci tangan dengan sabun bagi tamu yang berkunjung," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Nasripul Romika menyebutkan terkait dengan penyebaran virus corona, setiap pengunjung yang masuk ke daerah itu akan dilakukan pengawasan cukup ketat, terutama pengunjung yang datang dari luar Sumbar.
Pihaknya berharap, kerja sama dengan agen perjalanan wisata, hotel, dan pelaku wisata lainnya untuk mengecek dan melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung yang menjadi tamunya.
Baca juga: Kepala daerah di Kepri diminta tes COVID-19

Komentar