PKS Analisa Koalisi Maju Pilkada Serentak 2018

id PKS Analisa Koalisi Maju Pilkada Serentak 2018

Wakil Ketua DPW PKS Provinsi Kepri Iskandarsyah (antarakepri.com/Aji Anugraha)

"Kami masih membuka semua opsi, apakah kami akan bergabung dengan pak Syahrul, atau bergabung dengan bang Lis Darmansyah, atau kami sendiri, kami lagi menganalisa opsi itu," kata Iskandarsyah.
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kepulauan Riau menganalisa untuk berkoalisi dengan beberapa partai untuk maju di Pilkada serentak Kota Tanjungpinang 2018.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kepulauan Riau, Iskandarsyah, di Tanjungpinang, belum lama ini mengatakan masih belum menentukan pilihan untuk merapat ke PDI Perjuangan yang mengusung Lis Darmansyah atau kembali berkoalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

"Kami masih membuka semua opsi, apakah kami akan bergabung dengan pak Syahrul, atau bergabung dengan bang Lis Darmansyah, atau kami sendiri, kami lagi menganalisa opsi itu, tentunya untuk tahap sekarang kami menjalankan rekomendasi yang sudah diamanahkan DPP PKS Iskandarsyah maju sebagai Wali Kota atau Wakil Wali Kota, itu rekomendasinya," katanya

Sebelumnya PKS dan Gerindra sepakat berkoalisi maju di Pilkada Tanjungpinang 2018 dengan Koalisi yang disebut SETARA di Tanjungpinang Kamis (15/6). Belum lama ini koalisi itu dikabarkan bubar.

Iskandarsyah mengungkapkan, sikap Gerindra membatalkan koalisi SETARA tidak pernah dibahas sejak awal, ia berharap seharusnya Gerindra dapat mempertahankan komitmen yang sudah dibangun bersama PKS.

"Bicara antara institusi, antara Gerindra dengan PKS sebelumnya kami komitmen sejak awal, misalnya kalau memang ingin membatalkan komitmen itu kita sudah rencanakan jauh jauh hari," katanya.

Iskandarsyah tidak mempermasalahkan bubarnya koalisi SETARA. "Ya gak apa, sayakan orangnya simple-simpel saja, kalau memang punya analisa politik lain mau dibatalin ya silahkan saja," ujarnya.

Hanya saja, menurutnya, komitmen koaliasi antara Gerindra dan PKS seharusnya dapat dijalankan dengan baik dan pembahasan untuk menarik MoU koalisi partai dari jauh hari.

"Kalau memang ada analisa-analisa yang lain, yang dari MoU itu kita gak bisa menjalankan, sebaiknya dua atau tiga bulan lalu kita sudah bicarakan, jangan tiba-tiba seperti itu, inikan babnya yang sudah sepakati," ujarnya.(Antara)

Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar