Tes Kesehatan Peserta Pilkada Diperketat

id paslon pilkada,pilkada tanjung pinang,lis darmansyah,tes kesehatan

Lis Darmansyah usai tes kesehatan peserta Pilkada Tanjungpinang yang digelar KPU di RSUD Raja Ahmad Thabib Kepri, Tanjungpinang. (Antaranews Kepri/Aji Anugraha)

Dibilang gampang ya sulit dibilang sulit ya gampang, makanya jadi Wali Kota itu gak gampang, segala sesuatu yang dilakoni itu gak gampang, ada proses didalamnya,

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Tes kesehatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang 2018 diperketat, hal tersebut pun dirasakan satu dari tiga Pasangan Calon (Paslon).

“Tahun ini lebih banyak dan lebih ketat ujian psikotesnya. Kalau tahun dulu itu gak banyak, hanya psikotes saja dan kesehatan fisik,” kata salah satu peserta Pilkada Tanjungpinang Lis Darmansyah, usai tes sikologi di RSUD Raja Ahmad Thabib Kepri, Tanjungpinang, Jumat.

Lis mengatakan dijajali sejumlah pertanyaaan tertulis saat tes psikologi tertulis. Menurutnya, pertanyaan tertulis dari tim tes kesehatan paslon tidak terlalu rumit jika dibandingkan pada tes kesehatan Pilkada Tanjungpinang 2012.

“Dibilang gampang ya sulit dibilang sulit ya gampang, makanya jadi Wali Kota itu gak gampang, segala sesuatu yang dilakoni itu gak gampang, ada proses didalamnya,” kata Lis yang saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Tanjungpinang.

Lis mengungkapkan, tes psikolog tersebut adalah upaya untuk mengevaluasi kesetabilan kejiwaan seseorang, apakah kesetabilan jiwa orang itu sudah stabil.

“Agar kita tau apakah kita ini normal, kadang kita itu melihat kita sudah normal tapi ahli lebih tau apakah kita normal. Pokoknya bagus lah,” katanya.

Lis merupakan satu dari tiga paslon yang ikut dalam tes hari pertama kesehatan bakal calon peserta Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang 2018.

Ketiga paslon yang mengikuti Pilkada Tanjungpinang 2018 yakni, Lis Darmansyah dan Maya Suryanti, Syahrul dan Rahma, Edi Safrani dan Edi Santoso.

Editor: Evy R. Syamsir

Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar