TPID Kepri optimis inflasi IHK Juni terkendali

id Tpid kepri,Inflasi juni

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Ia menyatakan TPID sudah bekerja sama untuk melakukan mitigasi terhadap risiko inflasi demi menekan kenaikan harga yang signifikan.
Batam (Antara) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau optimis inflasi Indeks Harga Konsumen pada Juni 2018 bisa dikendalikan dengan sejumlah upaya mitigasi yang dilakukan dengan bekerja sama berbagai pihak terkait.

"Inflasi IHK pada Juni 2018 diperkirakan meningkat, namun tetap terkendali," kata Wakil Ketua TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam.

Ia menyatakan TPID sudah bekerja sama untuk melakukan mitigasi terhadap risiko inflasi demi menekan kenaikan harga yang signifikan.

TPID menilai beberapa potensi risiko inflasi antara lain kenaikan harga bahan pangan serta peningkatan konsumsi pada akhir Ramadhan dan perayaan Idul Fitri yang dapat memicu inflasi volatile food.

Kemudian diperkirakan terdapat potensi kenaikan tarif angkutan udara mudik Idul Fitri yang dapat memicu inflasi administered prices.

"Peningkatan daya beli konsumen dengan adanya Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ke-13 yang dapat mendorong perilaku konsumtif," kata dia.

Peningkatan ekspektasi inflasi pedagang dan konsumen selama Ramadhan dan Idul Fitri juga dianggap berpotensi menaikan inflasi.

Serta tren kenaikan harga komoditas batubara yang dapat memicu kenaikan tarif dasar listrik serta naiknya harga minyak dunia yang dapat memicu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

TPID melakukan pengendalian inflasi Juni 2018, serta menjaga inflasi agar tetap berada dalam sasaran inflasi nasional serta melaksanakan program kerja TPID 2018.

Mitigasi dilakukan dengan melakukan antisipasi gejolak harga, antara lain inspeksi mendadak ke distributor untuk memastikan persediaan barang kebutuhan pokok tersedia dan cukup serta menambah pasokan jika terjadi kelangkaan.

TPID juga mengintensifkan kerja sama antardaerah untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan makanan dengan daerah penghasil, melaksanakan pasar murah selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri serta operasi pasar dalam hal terjadi gejolak harga signifikan.

"TPID melakukan monitoring harga bekerja sama dengan Satgas Pangan dan mendistribusikan bahan pokok melalui Rumah Pangan Kita (RPK) dan e-warong," kata Gusti.

Selain itu TPID melakukan koordinasi dengan otoritas pelabuhan dan bandara untuk memprioritaskan bongkar muat bahan pangan dan kebutuhan pokok termasuk melakukan pemantauan harga tiket pesawat dan tiket kapal cepat tidak melebihi batas atas yang ditetapkan pemerintah.

Tim pengendali inflasi tidak lupa berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan tersedianya pasokan dan lancarnya distribusi BBM dan LPG.

Serta menyampaikan informasi terkait perkembangan stok barang kebutuhan pokok dan kebijakan pemerintah dalam pengendalian barang kebutuhan pokok untuk mengelola ekspektasi inflasi kepada masyarakat. (Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar