Kapolresta: Rumah korban hanya miliki satu pintu

id kebakaran batam,forensik medan

Kapolresta Barelang Kombes Hengki saat berbicara dengan kerabat korban di depan ruang pemulasaran jenazah di RS Bhayangkara Polda Kepri. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Hengki mengatakan lima korban ditemukan meninggal dunia di dapur dikarenakan terdesak api dan asap sudah mengepung bagian depan rumah.
Batam (Antaranews Kepri) - Rumah yang terbakar di Batuampar Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau dan menewaskan satu keluarga ternyata hanya memiliki satu pintu untuk keluar dan masuk.

"Dari fakta yang kita lihat memang kondisi rumahnya cuma ada satu pintu untuk keluar dan masuk," kata Kapolresta Barelang Kombes Hengki, di Batam, Kamis.

Hengki mengatakan lima korban ditemukan meninggal dunia di dapur dikarenakan terdesak api dan asap sudah mengepung bagian depan rumah.

Saat ini lanjut Kapolresta pihaknya masih melakukan penyelidikan apa yang menyebabkan kediaman keluarga Joshua Pakpahan dan Pang-Pang itu terbakar.

"Kita belum tahu apa penyebabnya," ucapnya.

Selain itu pihaknya sudah meminta bantuan kepada tim laboratorium forensik (Labfor) Kota Medan untuk mengetahui apa yang menyebabkan para korban meregang nyawa.

"Apa penyebabnya (para korban meninggal) kita tunggu hasil otopsi dulu," kata Hengki.

Informasi yang diperoleh api di kediaman Joshua berhasil dipadamkan pada pukul 06.30 WIB.

Sementara itu di rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri sudah dipenuhi kerabat korban.

Isak tangis pecah saat satu persatu keluarga korban diizinkan untuk melihat jenazah Joshua bersama istrinya Pang-Pang serta ketiga anak mereka yang kaku di dalam ruang forensik.

Beberapa diantara mereka tampak termenung sembari melihat foto-foto korban semasa hidup.

Beberapa kerabat lainnya sempat menyayangkan kediaman korban yang hanya memiliki satu pintu untuk masuk dan keluar serta tidak memiliki ventilasi udara.(Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar