BPS: Kepri alami inflasi 1,14 persen Juni

id BPS Kepri,inflasi kepri

Ilustrasi (Antara)

Ia menambahkan inflasi gabungan dua kota indeks harga konsumen di Kepri disebabkan oleh kenaikan indeks lima kelompok yang menyusun inflasi gabungan dua kota yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,45 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat inflasi di wilayah itu mencapai 1,14 persen pada Juni 2018.

Inflasi yang terjadi di Kepri merupakan gabungan dari inflasi di Tanjungpinang 0,24 persen dan Batam 1,29 persen, kata Kepala BPS Kepri Zulkipli di Tanjungpinang, Senin.

"Inflasi tahun ke tahun (Juni 2018 terhadap Juni 2017) sebesar 4,06 persen," katanya.

Zulkipli menjelaskan indeks harga konsumen gabungan dua kota di Kepri pada Juni 2018 naik dari 133,14 pada Mei 2018 menjadi 134,66. Inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2018) sebesar 2,07 persen.?

Laju inflasi 'year on year' (Juni 2018 dibanding dengan Juni 2017) gabungan tercatat 4,06 persen.

Ia menambahkan inflasi gabungan dua kota indeks harga konsumen di Kepri disebabkan oleh kenaikan indeks lima kelompok yang menyusun inflasi gabungan dua kota yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,45 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,27 persen.

Kemudian kelompok sandang sebesar 0,93 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,27 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 3,49 persen.

Sebaliknya, dua kelompok justru mengalami penurunan yakni kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,02 persen serta kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen.

"Dari 339 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, 98 komoditas mengalami kenaikan harga dan 40 komoditas mengalami penurunan harga. Sedangkan untuk Kota Tanjungpinang, dari 341 komoditas yang menyusun inflasi, sebanyak 63 komoditas mengalami kenaikan harga dan 31 komoditas mengalami penurunan harga," katanya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar