Lantamal IV cari asal dentuman di Batam

id dentuman di batam,lantamal IV Tanjungpinang,Eko Suyatno

Ilustrasi: Danlantamal IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama Ribut Eko Suyatno dalam sebuah kegiatan di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang beberapa waktu lalu. (Foto: Dispen Lantamal IV Tanjungpinang)

Kalau masih siaga tiga kita menggunakan SOP aparat yang tereksiting (terdekat dengan suara dentuman) untuk mencari data di lapangan
Batam (Antaranews Kepri) - Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang mencari asal dentuman keras yang terjadi di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (10/7) kemarin.

"Kita sudah kerahkan personel untuk cari dan cek sumber suara itu dari mana," kata Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, di Batam, Rabu.

Baca juga: Dentuman keras kembali hentak Kota Batam

Eko mengatakan, apabila personelnya mendapatkan data yang valid terkait dentuman keras tersebut, pihaknya akan melakukan analisa mendalam. Menurutnya apabila dentuman tersebut berasal dari ledakan, dipastikan meninggalkan jejak.

"Kalau ledakan itukan ada dua, 'low' dan 'high explosive' dan bekasnya pasti ada," ujar Danlantamal. Selain itu lanjut Danlantamal, jika ledakan berasal dari dalam laut akan meninggalkan cairan seperti minyak. 

"Sampai sekarang kita belum tahu dari mana asal ledakannya," ujar Danlantamal. Menurut Eko sampai saat ini pihaknya masih dalam situasi pengamanan normal. Apabila ledakan tersebut sudah mengkhawatirkan, pihaknya akan meningkatkan kesiagaan dari siaga tiga, menjadi dua atau satu. 

"Kalau masih siaga tiga kita menggunakan SOP aparat yang tereksiting (terdekat dengan suara dentuman) untuk mencari data di lapangan," kata Eko. 

Tidak hanya itu pihaknya oun melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan Pemda setempat. Sebelumnya Dentuman keras yang terjadi di Kota Batam tertangkap sensor seismik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Tanjungpandan, Kepulauan Bangka Belitung.

Baca juga: Dentuman di Batam tertangkap sensor seismik BMKG

Namun sinyal seismik terdapat banyak bintik sehingga BMKG kesulitan untuk memastikan apakah getaran tersebut merupakan gempa, ledakan atau dari sumber lain. 

Selain itu BMKG juga tidak menentukan lokasi titik sumber dikarenakan hanya satu sensor seismik yang menangkap dentuman tersebut. 

Guna menindaklanjuti hal tersebut, BMKG kelas I Hang Nadim Batam berharap Pemkot Batam dapat mengirimkan surat resmi dan akan menjadi dasar Nadim untuk mendatangkan tim teknis dari BMKG pusat.

Sehingga tim teknis BMKG pusat dapat mengadakan penelitian lebih lanjut tentang kejadian tersebut. Sehingga tidak menimbulkan keresahan dan kecemasan di masyarakat.(Antara) 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar