Inflasi Kepri berhasil ditekan

id Inflasi kepri

Bank Indonesia (ANTARA) (/)

Ia menjelaskan, inflasi kelompok inti dipicu kenaikan upah tukang bukan mandor, biaya sekolah dasar serta akademi/perguruan tinggi.
Batam (Antaranews Kepri) - Bank Indonesia menyatakan tingkat inflasi di Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan II-2018 berhasil ditekan menjadi 4,06 persen (yoy), dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,05 persen (yoy).

"Tekanan inflasi Kepri mengalami pelemahan pada triwulan II-2018," kata Kepala Perwakilan BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Kepri, Jumat.

Ia menjelaskan, inflasi kelompok inti dipicu kenaikan upah tukang bukan mandor, biaya sekolah dasar serta akademi/perguruan tinggi.

Kemudian inflasi volatile foods didorong oleh kenaikan harga daging ayam ras, dan inflasi kelompok administered prices dipicu oleh tarif listrik dan rokok putih.

Sementara untuk bulanan, Kepri mencatatkan inflasi 0,27 persen (mtm) pada Juli 2018 atau secara tahunan terjadi inflasi 4,38 persen (yoy).

"Andil terbesar inflasi Juli bersumber dari kelompok volatile foods seperti bayam, kacang panjang dan daging ayam ras," kata dia.

Inflasi Kepri tahun kalender (Januari - Juli) tercatat sebesar 2,34 persen (ytd).

Dalam kesempatan itu, Gusti memperkirakan laju inflasi pada triwulan III-2018 akan sedikit meningkat.

Tekanan inflasi diperkirakan menguat, didorong curah hujan serta gelombang laut yang tinggi menjelang akhir tahun yang dapat menghambat jalur distribusi.

"Curah hujan yang tinggi juga berpotensi untuk menggagalkan panen petani dan mendorong inflasi volatile foods untuk komoditas seperti bayam dan kacang panjang," kata dia.

Dengan perkiraan itu, ia mengajak semua pihak yang tergabung dalam forum TPID melakukan langkah-langkah sinergitas untuk memastikan 4 kunci pengendalian inflasi dapat dilakukan untuk memastikan, kecukupan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi yang efektif.

Sementara secara total tahunan, inflasi Kepri 2018 diperkirakan masih dalam kisaran target inflasi Nasional 3,5 persen, 1 persen (yoy). (Antara)

 
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar