113 paket proyek batal dilelang akibat defisit

id poyek, defisit kepri,pemprov, apbd kepri

Peletakan batu pertama pembangunan proyek gurindam 12. (Antaranews Kepri/Ogen)

proyek pengadaan serta jasa konsultan dilakukan efisiensi, dan ditarik kembali oleh OPD
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Sebanyak 113 paket proyek dengan pagu anggaran Rp100 Miliar batal dilelang tahun 2018 ini, akibat dampak defisit anggaran pada APBD-P Provinsi Kepri 2018.

Kepala Biro Pelayanan Pengadaan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Misbardi menyatakan, paket proyek yang batal dilelang tersebut merupakan proyek pendukung dan bukan proyek strategis.

“Seperti proyek pengadaan serta jasa konsultan. Ini yang dilakukan efisiensi, dan ditarik kembali oleh OPD," ujarnya, Rabu (10/10).

Lanjut Misbardi, dengan ditariknya ke 113 paket proyek tersebut, secara keseluruhan total paket proyek Pemprov Kepri yang dilelang pada tahun 2018 ini sebanyak 300 paket, dengan pagu sebesar Rp 1,088 Triliun. Dari yang sebelumnya berjumlah 413 paket, dengan total pagu sebesar Rp 1,1 Triliun.

“Seluruhnya telah rampung dilelang. Termasuk salah satunya proyek Penataan Kawasan Gurindam 12 senilai Rp500 miliar,” imbuhnya.

Misbardi turut menjelaskan, dari 300 paket proyek Pemprov Kepri 2018. Saat ini masih tersisa 4 paket proyek yang berada pada tahap penyelesaian proses lelang, dengan pagu anggaran sekitar Rp1 Miliar.

"4 proyek itu ialah pengadaan bibit pertanian untuk di Karimun, Bintan, Batam dan Natuna. Insya Allah bulan ini semua paket proyek kita selesai dilelang, dan ini juga sesuai dengan jadwal yang telah dirancang sebelumnya," tutupnya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar