Dana desa Pangke jadi percontohan di Karimun

id Dana Desa

Kepala Desa Pangke Efendi menunjukkan mesin digital elektronik yang digunakan untuk aplikasi sistem pelayanan publik dan informasi desa. (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Karimun (Antaranews Kepri) - Penggunaan dana desa untuk peningkatan pelayanan publik di Desa Pangke, Kecamatan Meral, menjadi percontohan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

"Kami bersyukur dana desa telah mengubah wajah pelayanan masyarakat sehingga Desa Pangke menjadi yang terbaik kedua dalam pengelolaan dana desa di Karimun, dua tahun berturut-turut," kata Kepala Desa Pangke Efendi di Kantor Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kamis (8/11).

Efendi mengatakan pihaknya telah membeli satu perangkat elektronik digital mirip mesin ATM atau Anjungan Paspor Mandiri (APM) pada Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun.

Perangkat ini digunakan untuk aplikasi sistem pelayanan publik dan informasi desa. Harganya sekitar Rp52 juta, termasuk pajak dan biaya pengadaannya," kata dia. 

Aplikasi ini, kata dia, bertujuan untuk memudahkan masyarakat untuk mengurus dokumen seperti kartu keluarga, surat pindah domisili, dan perizinan dan dokumen lain yang menjadi kewenangan desa.

Cara kerjanya, tahap pertama petugas akan merekam KTP elektronik (KTP-el) setiap warga untuk disimpan dalam "database".

Jika warga ingin mengurus dokumen tertentu, mereka cukup membawa KTP-el dan dipindai atau di-"scan" pada perangkat digital elektronik tersebut. 

"Setelah discan, maka pada layar monitor akan muncul beberapa pilihan pengurusan, misalnya kartu keluarga, surat pindah. Warga tinggal mengisi semua persyaratan yang dibutuhkan," jelasnya.

Setelah semua persyaratan diisi, lanjut dia, maka warga bisa mencetak langsung dokumen yang dibutuhkan, dan seterusnya diserahkan kepada petugas untuk ditandatangani oleh kepala desa atau sekretaris desa.

"Pengurusan menjadi lebih cepat, ini solusi kalau terjadi antrean panjang," katanya.

Aplikasi ini, kata dia, akan menghimpun data penduduk secara terpadu dan "online". Dalam aplikasi ini juga terdapat profil desa yang bisa diakses dan menjadi acuan dalam menyusun perencanaan pembangunan desa.

Hanya saja, kata dia, kendala dalam penggunaan aplikasi ini masalah jaringan internet yang sering macet dan sibuk.

"Karena kami masih antena, rencananya mau diganti dengan internet menggunakan fiber optik, tapi jaringannya masih belum terpasang di desa ini," katanya.

Terpisah, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengapresiasi inovasi dan terobosan Desa Pangke yang membangun aplikasi pelayanan masyarakat dengan dana desa.

"Inovasi seperti ini kita dorong agar dilaksanakan pula oleh desa-desa lain. Semua desa kita minta untuk berinovasi sendiri," katanya.

Dalam bursa inovasi desa yang digelar beberapa waktu lalu, bupati mengatakan program-program inovatif dari berbagai daerah di Indonesia telah dipamerkan, dan bisa dicontoh oleh desa-desa di Karimun.

"Kalau sesuai dengan karakterisitik desanya, silakan ditiru. Tapi kalau ada inovasi lain, silakan diterapkan sebagai muatan lokal di desanya," kata Bupati Aunur Rafiq. 

Ketua BPD Pangke Arwan mengatakan, aplikasi pelayanan publik yang dibangun pemerintah desa sangat membantu warga untuk mengurus dokumen dengan cepat dan mandiri.

"Kami sangat senang dengan inovasi pemerintah desa. Warga sangat terbantu, dan yang jelas, dana desa telah mengubah wajah pelayanan masyarakat di desa kami," katanya.

Arwan berharap dana desa terus ditambah sehingga bisa mendorong pembangunan di Desa Pangke.

"Pengelolannya juga transparan. Anggarannya dipajang secara terbuka di depan kantor desa," ucapnya. 

Desa Pangke, Kecamatan Meral pada tahun ini memperoleh dana desa sebesar Rp903.790.800.

Dana desa sebanyak itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan empat jalan pemukiman, drainase, pembangunan sarana prasarana rumah ibadah, rehabilitasi gedung pertemuan.

Kemudian untuk pelatihan kewirausahaan dan pengembangan sumber daya, seperti pelatihan membuat tanjak, pelatihan menjahit, pelatihan menyelenggarakan jenazah dan lainnya.
Pewarta :
Editor: Joko Sulistyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar