39 rumah nelayan di Natuna tak kunjung dihuni

id Natuna

Seorang warga melintasi jalan lingkungan di kompleks perumahan nelayan di Semente, Natuna, belum lama ini. (Antaranews Kepri/Cherman)

Natuna (Antaranews Kepri) - Fasilitas perumahan nelayan di wilayah Semente, Bungaran Barat, dan Desa Tanjung, Bungaran Timur Laut, Natuna, hingga kini belum dapat ditempati. Perumahan yang dibangun oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Perikanan RI sejak tahun 2016 itu bahkan mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Natuna Hendra Kusuma menyatakan, kompleks perumahan di Semente itu belum ditempati karena masih dinilai kurang layak huni.

"Masih banyak yang perlu dibenahi jika ingin ditempati, setiap rumah harus dipasang pompa dulu, " kata Hendra Kusuma di Natuna, Selasa (4/12).

Ia mengatakan, selain ada beberapa fasilitas yang belum lengkap, perumahan tersebut belum diserah terimakan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Hingga kini, Dinas Perumahan tengah berkoordinasi dengan pihak Kementerian PUPR untuk pemanfaatan rumah nelayan tersebut.

"Kita ingin pemanfaatan rumah itu bisa maksimal, sebab wilayah Semente jauh  dari kota, tentunya akan ada beberapa kendala yang terjadi nanti," terangnya.

Kendati belum siap sepenuhnya, Hendra menyebut, sejumlah rumah yang awalnya untuk mengakomodir nelayan yang didatangkan dari luar Natuna itu sementara akan dihuni oleh warga setempat sambil menunggu kelengkapan fasilitas rumah.

"Dari pada terbengkalai begitu saja, beberapa rumah yang sudah lengkap, akan segera kita fungsikan. Nelayan yang menempati adalah nelayan setempat yang sudah terdata sebelumnya," kata dia.

Berdasarkan pantauan di lapangan, dari 39 unit perumahan yang telah selesai dibangun, ada beberapa rumah yang sudah tidak layak dan perlu adanya perbaikan. Perumahan yang berdiri di atas lahan seluas 3 hektare itu juga belum semuanya memiliki instalasi air dan MCK.
 
Pewarta :
Editor: Joko Sulistyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar