Bocah di Tanjungpinang meninggal terseret air

id Banjir,Tanjungpinang,Parit

Adi Putra (9) meninggal dunia setelah terseret dan hanyut ke dalam parit di persimpangan Anggrek Merah. Petugas BPBD sempat membawanya ke RSUD, namun nyawa korban tidak tertolong. (Antaranews Kepri/Ogen)

Petugas sempat melakukan pertolongan, bahkan membawa korba ke RSUD Tanjungpinang. Namun kondisi nyawa korban sudah tidak tertolong
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Seorang bocah berumur sembilan tahun bernama Adi Putra, warga Jalan Sultan Mahmud, Gang Swadaya, RT02/ RT03 Kelurahan Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang meninggal dunia setelah terseret banjir dalam parit besar di persimpangan Anggrek Merah, Jumat pagi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadaman Kebakaran Kota Tanjungpinang Efendi menjelaskan kejadian berawal saat ibu korban Lilis Suryani bersama korban dan adik korban yang masih berumur dua tahun berkendara sepeda motor melintasi simpang Anggrek Merah sekitar pukul 05.00 WIB.

"Mereka berangkat dari rumahnya untuk berjualan kue di pasar pagi," kata Efendi.

Dijelaskannya, saat itu kondisi di simpang Anggrek Merah tengah digenangi banjir setinggi pinggang orang dewasa, ditambah arus air parit mengalir cukup deras.

Menurut Efendi, akibat banjir itu, Lilis akhirnya memutar kendaraannya untuk berbalik arah, namun naas saat berputar korban terpeleset dan jatuh hingga mengakibatkan kedua anaknya terjatuh, sementara Adi Putra  terjatuh ke dalam parit dan hanyut.

Kemudian, sebutnya, korban berhasil ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian sekitar pukul 07.00 WIB oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Petugas sempat melakukan pertolongan, bahkan membawa korba ke RSUD Tanjungpinang. Namun kondisi nyawa korban sudah tidak tertolong," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar