BP Batam harapkan kerjasama teknologi perkapalan dengan Rusia

id teknologi perkapalan rusia,BP Batam

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo (dua dari kanan) berfoto bersama Director of the Shipbuilding and Marine Technique Department Mr. Boris Kabakov dan para delegasi dari Rusia. (Foto: Humas BP Batam)

Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam mengharapkan kerjasama teknologi pembuatan kapal dengan Rusia.

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo,  di Batam, Selasa, mengatakan, pihaknya akan mengambil kesempatan besar untuk menjalin kerjasama kemitraan dengan Rusia dalam sisi teknologi pembuatan kapal.

“Dua hal penting yang harus ditangkap pertama kita tawarkan mereka untuk pesanan kapal dari 'Middle East' dan Afrika bisa dibuat di Batam dengan memadukan teknologi 'advance' yang mereka (Rusia) miliki," katanya.

Kedua kata dia, dengan adanya kerjasama dengan Rusia akan ada transfer teknologi untuk diaplikasikan dalam mengembangkan kembali industri shipyard di Kota Batam.

BP Batam kata dia, menawarkan bentuk kerjasama pembuatan kapal yang mana pembuatan kapal pesanan Middle East (Timur Tengah) dan Afrika lebih efisien dikirim dari Batam ketimpang dari Rusia, dapat dibuat di Batam dengan memanfaatkan SDM lokal dan showroom yang sudah ada.

"Dan dikolaborasikan pembuatannya dengan menggunakan teknologi mutakhir yang dimiliki oleh Rusia," ujarnya.

Selanjutnya, teknologi tersebut kata Dwi, diharapkan dapat dipelajari, dilihat dan diaplikasikan oleh shipbuilder di Kota Batam untuk mengembangkan industri marine and shipyard Batam.

“Membawa Teknologi Advance milik Rusia ke Batam, dapat menjadi momentum untuk mengembangkan industri marine and shipyard Batam," paparnya.

Niat Rusia untuk bekerja sama dengan Batam ini diharapkan dapat membuka kembali geliat kejayaan industri shipyard Batam. 

Saat ini ada 250 shipyard terdaftar 132 pelabuhan tersebar dan 97 perusahaan aktif dengan aktivitas repair dan pembuatan kapal baru.

Director of the Shipbuilding and Marine Technique Department Mr. Boris Kabakov, mengatakan delegasi Rusia menyatakan keinginan mereka untuk mencari tahu perkembangan industri shipyard di Kota Batam saat ini.

"Kenapa Batam, karena Batam adalah primadona industri shipyard Indonesia, kami ingin tahu perkembangan industri ini (shipyard) dan berdiskusi untuk melihat kerjasama baru bersama," ujarnya.

Mr Boriz Kabakov hadir membawa 10 kolega dari Rusia mulai dari delegasi Kedutaan Besar Rusia, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Asosiasi United Shipbuilder Corporation Rusia hingga Wakil Rektor the Maritime State University.

Kata dia, industri maritim dan pembuatan kapal saat ini tengah menjadi industri prioritas dan perpektif masa depan Rusia. 

Rusia lanjutnya, konsen mengembangkan teknologi hight tech untuk industry shipbuilder sesuai dengan perkembangan teknologi terbarukan. 

Secara keilmuan juga Rusia unggul dengan memiliki pusat laboratorium ilmiah, pusat pengembangan teknik dan pusat pembuatan kapal untuk mendukung skill SDM.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar