Cuaca buruk tidak halangi pengibaran bendera di dasar laut Natuna

id Natuna, Pengibaran bendera bawah laut, upacara bawah laut, hut ri 74

Para penyelam foto bersama usai melakukan upacara dan pengibaran bendera di dasar laut pulau Senua, Natuna, Kepri, Sabtu. Foto Cherman

Natuna (ANTARA) - Angin kencang dan cuaca buruk pada Sabtu (17/8) tidak menghalangi tekad para penyelam  yang tergabung dalam gerakan "Kibar Merah Putih Semangat Kami Anak Negeri" Kabupaten Natuna, melakukan misi pengibaran bendera di dasar laut perbatasan negara, sempena HUT ke 74 RI.

"Pengibaran bendera bawah laut berhasil dilaksanakan, di perairan Pulau Senua, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, walau angin kencang dan cuaca buruk, kami berhasil lakukan berkat semangat rekan-rekan yang pantang menyerah," kata Eno Sudargo, koordinator pelaksana kegiatan.

Ia menjelaskan, untuk kegiatan tersebut para penyelam yang berasal dari berbagai komunitas di Natuna melakukan  persiapan sejak tanggal 8 Agustus, Kegiatan pengibaran bendera  sekaligus rilis video bawah laut perbatasan pulau terluar NKRI itu. 

Menurutnya, kegiatan tersebut dipilih karena melanjutkan agenda rutin, serta menyampaikan pesan bahwa laut juga bagian dari kedaulatan negara yang perlu diperhatikan oleh semua pihak.

"Ini kali kedua di Pulau Senua  kami laksanakan, rencana kegiatan ini akan rutin setiap peringatan HUT RI," jelasnya.

Pulau Senua dipilih mengingat pulau tersebut berstatus pulau terdepan dan terluar di Natuna yang berbatasan langsung dengan  Laut China Selatan.

Pengibaran bendera tersebut melibatkan berbagai pihak, diantaranya Alif  Stone Park, TNI AL, Basarnas, Komunitas Selam ADC, Kantor Berita Antara, Jelajah Rantau Bertuah, Komuna, Pokdarwis Sepempang, Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Dinas Perikanan dan Komunitas Berbagi.

"Tidak hanya itu, terlibat juga dari berbagai propesi ikut bergabung, ada dokter, perbankan, pengusaha, tokoh masyarakat serta  para penggiat pariwisata, dan lainnya," kata Eno.

Ia juga mengatakan, pengibaran bendera melibatkan 23 orang penyelam itu memecahkan rekor tingkat Provinsi Kepri dengan peserta pengibaran bendera bawah laut terbanyak.

"Menurut data dan informasi yang kami dapat, ini pengibaran bendera bawah laut dengan jumlah penyelam terbanyak di Kepri, untuk saat ini," katanya.

Selain akan dijadikan agenda rutin, Ia juga berharap spot pemasangan bendera pada kedalaman 17 meter tersebut dapat dipermanenkan. 

"Sesuai tema HUT RI,  kami  berharap Natuna semakin maju seiring bertambahnya sumberdaya manusia yang unggul tentunya, karena sudah banyak penyelam, kita ada wacana akan buat tiang permanen di situ," ungkap Eno.

Ia juga menyampaikan kegiatan terlaksana berkat partisipasi banyak pihak dan adanya swadaya para seluruh peserta.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Danlanal telah bersedia turun langsung ikut mengibarkan bendera, serta semua pihak yang terlibat, karena ini murni swadaya," kata Eno.

Selain itu, Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan pengamanan TNI AL dan Basarnas selama kegiatan berlangsung telah mengerahkan masing-masing 1 unit kapal jenis sea raider, baik pihak TNI AL maupun Basarnas.

Pada momentum peringatan HUT RI kali ini, Ia juga mengajak para pemuda, generasi penerus bangsa yang ada di Natuna untuk menghargai laut dan menjaganya.

"Kita ingatkan, khususnya pemuda, jaga laut kita, tidak membuang sampah di laut," tegasnya.

Hal serupa juga diungkapkan, dr Ulfa Maulina Lubis, salah satu peserta, Ia berharap potensi laut Natuna, khususnya bidang pariwisata wajib dijaga dengan sungguh-sungguh.

"Dengan kegiatan seperti ini, berharap ada semangat baru buat para pemuda natuna mengembangkan diri menuju indonesia maju," pungkasnya.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar