Data tampung SMA/SMK sederajat di Kepri 38.479 siswa

id PPDB 2020

Data  tampung SMA/SMK sederajat di Kepri 38.479 siswa

Ilustrasi siswa SMK di Kepri melaksanakan Ujian Nasional (UN) secara online. (ANTARA)

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Pendidikan Provinsi Kepri menyampaikan rencana daya tampung (RDT) seluruh sekolah SMA/SMK dan MA negeri dan swasta pada PPDB tahun ajaran 2020/2021 di daerah tersebut sebanyak 38.479 siswa, sementara data peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat yang baru saja lulus ada 32.293 siswa.

"Merujuk dari data itu, jumlah RDT yang ada saat ini sudah sangat mencukupi. Artinya, ada kursi kosong sekitar 6.186. Jadi untuk orang tua siswa diminta jangan khawatir karena semua siswa dipastikan dapat kursi," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Muhammad Dali, dihubungi Sabtu

Dali tidak menampik meskipun data RDT sangat mencukupi, namun fakta di lapangan terkadang berbanding terbalik. Menurutnya, hal ini dikarenakan stigma (pandangan) masyarakat atau orang tua murid yang masih memilih sekolah favorit sehingga terjadi penumpukan siswa.

"Melalui sistem PPDB inilah pemerintah ingin menghilangkan stigma tersebut. Pemerataan siswa unggul, sehingga dalam PPDB tahun ini kita perketat lagi dengan tetap mengacu pada Permendikbud RI," ujar Dali.

Dia melanjutkan, jika seluruh siswa baru ingin masuk ke sekolah negeri tentu tidak tertampung. Berdasarkan data, daya tampung SMA dan SMK sekolah negeri se-Kepri sekitar 23.789 siswa yang terdiri dari 15.156 jenjang SMA dan 8.633 bagi siswa SMK.

Jumlah ini, katanya, di luar tiga sekolah baru di Batam yang belum masuk sistem, yaitu SMAN 28 dan 29 serta SMKN 9.

"Kalau kita prediksi semuanya ingin bersekolah di negeri, kita kekurangan sekitar 9.000 daya tampung. Tapi ada pilihan ke sekolah swasta yang saat ini sudah sangat baik. Pemerintah juga harus memikirkan nasib sekolah swasta ini," ujarnya kembali.

Maka itu, dia mendorong pihak sekolah swasta bisa ikut bersaing dalam mempromosikan sekolahnya dengan memberikan pelayanan dan sistem belajar terbaik, sehingga bisa menjadi salah satu nilai tersendiri bagi calon orangtua siswa untuk memilih sekolah swasta tersebut.

"Di sini kita mengimbau sekolah swasta berlomba-lomba memberikan pelayanan pendidikan yang baik dan tidak mengedepankan biaya yang tinggi. Sedangkan untuk SLB tidak ada masalah, karena rata-rata di Kepri berjanjang dari SD, SMP hingga SMA,"  kata dia.

Saat ini, lanjutnya, PPDB sedang berjalan yang dimulai 29 Juni hingga 3 Juli nanti. Ada dua sistem yang dipakai yakni, secara online maupun offline. Untuk pendaftaran PPDB online dilakukan melalui situs provinsikepri.siap-ppdb.com.

Sama seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan PPDB online 2020/2021 tetap menggunakan jalur zonasi dengan persentase 50 persen, jalur afirmasi dengan persentase 15 persen, jalur prestasi persentase 30 persen, dan jalur perpindahan orangtua dengan persentase 5 persen.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar