Masyarakat Pulau Jaloh dan Selat Nenek mulai merasakan listrik

id pulau jaloh dialiris listrik, pulau selat nenek dialiris listrik, hari listrik nasional,pln persero unit kepri

Masyarakat Pulau Jaloh dan Selat Nenek mulai merasakan  listrik

Perwakilan masyarakat, Lurah Temoyong dan PLN Persero UIWRKR UP3 Tanjungpinang berfoto bersama saat peresmian pengoperasian PLTD Desa Pulau Selat Nenek, Kota Batam, Senin (5/10). (Dok PLN)

Batam (ANTARA) - Pulau Jaloh dan Pulau Selat Nenek di Kota Batam Kepulauan Riau mulai dialiri listrik PT PLN (Persero), setelah berpuluh tahun mengadakan listrik secara swadaya dan terbatas.

"Masyarakat Selat Nenek dan Jaloh kini sudah merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya setelah sekian lama belum merasakan terangnya listrik dari PLN," kata Sekretaris Lurah Temoyong, Kecamatan Bulang, Arfin, Jumat.

Apabila sebelumnya, listrik hanya tersambung lima hingga tujuh jam setiap hari, maka kini masyarakat dapat menikmatinya sepanjang siang dan malam.

"Anak-anak bisa belajar pada malam hari tanpa merasakan gelap seperti sebelumnya. Bisa mengawetkan tangkapan ikan di kulkas," kata Arfin.

PLTD di Pulau Selat Nenek dan Pulau Jaloh  beroperasi mulai 5 Oktober 2020, menjelang peringatan Hari Listrik Nasional.

"Alhamdulillah dengan dioperasikannya dua PLTD di desa tersebut tentu sangat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat," kata General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Dispriansyah.

Pelayanan PLN UIWRKR mencapai 2.0408 pulau di Provinsi Riau dan Kepri. Sebanyak 385 pulau di antaranya berpenduduk.

Dispriansyah menyampaikan PLN berkomitmen menjalankan dan mendukung program pemerintah di bidang kelistrikan yaitu melistriki desa-desa diseluruh Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dengan penambahan pengaliran listrik di dua pulau itu, maka kini total 78 pulau di wilayah PLN UIWRKR dialiri listrik.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar