KEK Galang Batang lokomotif perekonomian Bintan

id Bintan,Lokomotif perekonomian,Galang Batang,KEK

KEK Galang Batang lokomotif perekonomian Bintan

Aktivitas di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang yang dikelola PT Bintan Alumina Indonesia (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Bupati Bintan, Kepulauan Riau, Apri Sujadi menyatakan pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang merupakan lokomotif perekonomian di daerah tersebut setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19.

"PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang mengelola KEK Galang memberi kontribusi yang besar terhadap perekonomian masyarakat sekitar, tenaga kerja dan pendapatan daerah," kata Apri di Tanjungpinang, Selasa.

Ia mengemukakan PT BAI yang mulai beroperasi tahun 2017 tetap berdiri kokoh ketika banyak kegiatan perekonomian di Bintan gulung tikar akibat pandemi COVID-19. Pariwisata yang merupakan sektor andalan di Bintan, yang memberi kontribusi terbesar terhadap pendapatan asli daerah, terpuruk akibat pandemi COVID-19 sejak Maret 2020.

"Cukup banyak perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata tutup. Sekarang ada yang buka, namun masih sepi," ucapnya.

Apri mengatakan PT BAI akan memproduksi alumina dari bahan baku bauksit tersebut tidak berhenti membangun pabrik pengolahan bahan tambang (smelter), Pembangkit Listrik Tenaga Uap, dan fasilitas pendukung lainnya.

Realisasi investasi perusahaan itu di-KEK Galang Batang sudah mencapai Rp13 triliun. Investasi yang ditanamkan ini akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan perusahaan dalam memproduksi alumina.

"Perusahaan ini dalam waktu dekat mulai memproduksi alumina, dan mengekspor ke berbagai negara," ujarnya.

Ia berharap lahir banyak perusahaan-perusahaan industri di Bintan, dan berkembang seperti PT BAI. Pemerintah pusat dan daerah menjamin keamanan dan kenyamanan investor untuk berbisnis di Bintan.

"Industri alumina di Galang Batang merupakan contoh keberhasilan pengelolaan KEK di Indonesia. Kami harap ini mampu mendorong investor lainnya untuk berinvestasi di Bintan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar