Produksi perdana beras Bukit Langkap ludes di pasaran

id beras bukit langkap lingga,produksi beras lingga

Ilustrasi: Salah satu warga berkunjung ke hasil Padi Varietas Inpago di Batu Kacang (Antaranews Kepri/Nurjali)

Produksi awal kita tiga ton yang kita distribusikan ke konsumen, dan itu diluar dari yang kami konsumsi
Lingga (Antaranews Kepri) - Panen perdana produksi beras dari persawahan di Desa Bukit Langkap Kecamatan Lingga ludes di pasaran dalam waktu yang cukup singkat, setelah diproduksi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) Damar Desa dengan produksi awal sebanyak kurang lebih tiga ton.

"Produksi awal kita tiga ton yang kita distribusikan ke konsumen, dan itu diluar dari yang kami konsumsi," kata Kepala Desa Bukit Langkap Sudarmin kepada Antara, Selasa.

Harga beras tersebut dijual Rp13.000 perkilogramnya dan harga tersebut, menurutnya, masih harga untuk produksi awal dari beras tersebut, karena kedepannya BUMDes bersama pemerintah desa akan mencarikan harga terbaik untuk beras tersebut sehingga dapat diterima di pasaran Kabupaten Lingga.

Untuk tahap awal, produksi beras ini hanya di seputaran wilayah Kecamatan Lingga, dan karena rasa penasaran masyarakat akan beras tersebut belum sepekan diproduksi beras tersebut sudah ludes terjual di pasaran. Untuk itu, menurutnya, dalam beberapa hari kedepan para petani di Desa Bukit Langkap akan kembali melakukan panen.

"Selanjutnya sebelum masuk Ramadhan petani kita akan ada yang pindah tanam, dan target kita setelah lebaran akan ada panen kembali," sebutnya.

Untuk hasil panen perdana tersebut juga mendapat sambutan baik dari Pemerintah Kabupaten Lingga Bupati Lingga Alias Wello, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga Muhammad Juramadi Esram langsung menerima sepuluh kilogram beras hasil panen dari Desa Bukit Langkap tersebut.

Beras yang dinamakan beras cap jagung manis yang diproduksi oleh BUMDes Damar Desa ini sangat menarik perhatian masyarakat Kabupaten Lingga, rasa penasaran terhadap rasa beras tersebut membuat produksi awal beras ini laku keras dipasaran. Menurut orang nomor satu di Kabupaten Lingga beras tersebut kualitasnya lebih baik dari beras bulog karena sangat alami.

"Beras ini lebih baik dari beras bulog. Ini oleh-oleh dari zaman Pak Kadis Pertanian lama, Pak Rusli. Ini suatu hal yang luar biasa," kata Alias Wello saat menerima beras tersebut dari kepala desa langsung.

Bupati Lingga Alias Wello juga menyampaikan kepada seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) membantu memberikan suport kepada Desa Bukit Langkap agar desa ini menjadi percontohan untuk produksi sawah terbesar di Kabupaten Lingga. Program yang digadang-gadang sejak awal dirinya menjabat ini tentu sangat disambut antusias oleh mantan ketua DPRD Kabupaten Lingga ini.

Luas sawah di Desa Bukit Langkap sekitar seratus hektare lebih dan luas tersebut rencananya akan terus ditambah oleh pemerintah setempat. Sebelum berhasil memproduksi beras tersebut, Desa Bukit Langkap sudah beberapa kali melakukan panen dalam jumlah kecil dan baru panen kali ini beras tersebut dapat diproduksi. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar