Disbud Lingga : Tulisan Arab Melayu penting dilestarikan

id Disbud Lingga : Tulisan Arab Melayu penting dilestarikanlingga

Forum Grup Diskusi di Kabupaten Lingga membahas tulisan Arab Melayu (Nurjali)

Jangan sampai orang Melayu tidak mengenal huruf Arab
Lingga (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang penulisan tulisan Arab Melayu, yang digelar di Balai Adat LAM Lingga. 

"Kita ingin ada kesamaan persepsi cara menulis, selama ini, banyak yang bisa membaca, namun pada tataran menulis masih banyak yang perlu dibetulkan," kata Datok Muhammad Ishak, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, kepada Antara, Rabu.

Diskusi tentang penulisan tulisan Arab Melayu tersebut, melibatkan sejumlah Guru Bahasa Indonesia, Guru Agama, Tokoh Agama dan beberapa ustadz di Lingga.

Ditambahkan Muhammad Ishak buku panduan penulisan tulisan Arab Melayu ini sangat penting. Apalagi Kabupaten Lingga sendiri, mempunyai banyak manuskrip yang dapat dijadikan dasar yang kuat untuk ditiru, sekaligus memperkaya khazanah Budaya Melayu.

Ditempat yang sama penulis buku panduan penulisan tulisan Arab Melayu, Burhanuddin mengaku sependapat dengan Kadisbud Lingga yang juga Ketua LAM Lingga. 

"Buku ini sudah lama saya tulis sejak 2007, dalam perjalanannya terus ada penyempurnaan karena kami praktekkan langsung dalam mengajar." sebutnya.

Adapun sumber utama yang digunakan menurutnya adalah kitab-kitab terdahulu dan buku Arab Melayu yang ditulis oleh tim Provinsi Riau dahulu.

"Kita ingin adanya penyamarataan dalam penulisan."

"Selain itu dengan adanya panduan ini akan menghilangkan keraguan bagi kita dan anak cucu kita nantinya," tambahnya.

Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi panduan untuk memperbaiki dan menyempurnakan kaidah dalam penulisan tulisan Arab Melayu, baik lafal dalam bahasa Melayu maupun lafal bahasa Arab.

Dan yang paling penting adalah membangun kecintaan terhadap kearifan lokal. Membangun budaya literasi bagi generasi mendatang. 

"Jangan sampai orang Melayu tidak mengenal huruf Arab," singgungnya.

Ditemui usai FGD, Kepala seksi nilai adat, tradisi dan nilai budaya sangat berharap buku panduan ini selesai tepat waktu. 

"Kita berharap awal November bisa dicetak dan bisa dibagikan ke sekolah-sekolah di Kabupaten Lingha, mudah-mudahan lebih cepat lebih bagus," terang Ika Sartika.

Forum Group Diskusi ini nantinya akan disempurnakan sesuai dengan saran dan masukan dari peserta guna perbaikan kedepan. (Antara)
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar