Kasus pasien positif Covid-19 di Malaysia menurun

id Malaysia

Kasus pasien positif Covid-19 di Malaysia menurun

Menteri Kesehatan Malaysia Dato' Sri Dr Adham Baba menyampaikan pernyataan pers terkait perkembangan wabah pandemik Covid-19 di Kantor Kementrian Kesehatan, Putrajaya, Kamis (19/3/2020). Pada masa pemberlakuan Perintah Kawalan Pergerakan (Movement Control Order) (18/3) hingga (31/3) hari kedua jumlah kasus positif Covid-19 menurun dari 117 kasus menjadi 110 kasus. Foto ANTARA/Agus Setiawan

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Menteri Kesehatan Malaysia Dato' Sri Dr Adham Baba mengatakan kasus positif Covid-19 di Malaysia mengalami penurunan dari 117 kasus menjadi 110 kasus pada pemberlakuan Perintah Kawalan Pergerakan (Movement Control Order) (18/3) hingga (31/3) hari kedua.

Adham mengemukakan hal itu pada jumpa pers di Kantor Kementrian Kesehatan (KKM) Malaysia, Kamis.

Dia mengatakan terdapat 15 kasus yang telah pulih dan dibenarkan keluar dari ruang isolasi sehingga menjadikan jumlah kumulatif kasus yang telah pulih sepenuhnya dari Covid-19 dan telah keluar dari wad (ruang isolasi) adalah sebanyak 75 kasus.

"Dari 110 kasus baru yang telah dilaporkan Kamis ini sebanyak 63 kasus adalah berkaitan dengan kluster perhimpunan tabligh di Masjid Jamek Seri Petaling. Hingga kini sebanyak 20 kasus positif Covid-19 sedang dirawat di Unit Rawatan Rapi (ICU) dan memerlukan bantuan pernafasan," katanya.

Perintah Kawalan Pergerakan telah dilaksanakan mulai 18 Maret hingga 31 Maret 2020 yang antara lain melarang pergerakan menyeluruh untuk membendung penularan wabah Covid-19 di Malaysia.

"Selama tempo ini, warga diminta untuk berada di rumah. Justru KKM ingin menasehatkan warga mengenai perkara-perkara untuk memastikan tahap kesehatan yang optimum diperolehi," katanya.

Pertama, ujar dia, mengamalkan gaya hidup yang sehat termasuk senantiasa mengamalkan cara makan yang sehat, aktif secara fisik, tidak merokok di dalam rumah dan senantiasa tenang serta mempraktekkan pengelolaan stres yang positif.

"Kedua memastikan makanan yang dibeli berada dalam keadaan baik dan tidak kadaluarsa. Makanan yang sudah rusak bisa menyebabkan keracunan makanan," katanya.

Dia mengatakan bagi masyarakat umum yang mempunyai penyakit kronik harus dipastikan bekal obat yang mencukupi dan terus mengambil obat-obatan mengikut jadwal.

Kemudian melakukan pembersihan sekitar kediaman dan tempat masing-masing termasuklah aktivitas disinfektan.


Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar