Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar acara bimbingan usaha hilir migas subsidi dan nonsubsidi.

"Bimbingan usaha hilir migas subsidi dan nonsubsidi dilaksanakan sebagai respons terhadap tuntutan masyarakat atau konsumen terhadap kebutuhan migas," kata Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, Rabu.

Acara yang diikuti sekitar 200 orang sebagai peserta tersebut diharapkan melahirkan referensi bagi pemerintah dalam menyusun mekanisme dan sinergi kemitraan yang proporsional antarpelaku usaha hilir migas. Peserta acara itu merupakan pelaku usaha hilir migas bersubsidi dan nonsubsidi.

Narasumber untuk acara ini berasal dari BPH Migas, Pertamina Batam, PT Adi Jaya Sakti serta Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepri.

Tujuan dari kegiatan ini agar terbinanya hubungan yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha hilir migas sehingga terjaminnya kelancaran penyediaan pendistribusian liquid petroleum gas (LPG) dan bahan bakar pada tingkat penyalur ke konsumen.

"Pemerintah akan terus mengurangi penggunaan minyak bumi, sebagai sumber energi dalam negeri dengan cara mengalihkan sumber energi primer ke penggunaan gas, batu bara dan energi terbarukan," kata Suryatati.

Ia mengemukakan, untuk mengaplikasikan kebijakan energi nasional pemerintah telah mengarahkan upaya dalam mewujudkan keamanan pasokan energi dalam negeri, dan mengurangi ketergantungan penggunaan energi yang berasal dari minyak bumi keenergi lainnya. Selain itu, kata dia, pemerintah juga mengupayakan terwujudnya energi primer yang optimal pada tahun 2025, yaitu peranan minyak bumi menjadi kurang 20 persen dan peranan gas bumi menjadi lebih dari 30 persen terhadap konsumen energi nasional.

"Pemerintah mengupayakan mengurangi ketergantungan terhadap BBM, khususnya minyak tanah untuk dilaihkan ke LPG, mengurangi penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi karena LPG lebih aman dari penyalahgunaan, melakukan efisiensi anggaran pemerintah karena penggunaan LPG lebih efisien dan subsidinya relatif kecil, serta menyediakan bahan bakar yang praktis bersih dan efesien untuk rumah tangga dan usaha makro," ujarnya.

Suryatati berharap kegiatan bimbingan usaha hilir migas itu dapat membina hubungan dan kerja sama yang baik antarinstansi terkait sehingga terjamin kelancaran penyediaan dan perindustrian LPG dan bahan bakar minyak pada tingkat penyalur ke konsumen.

(KR-NP/S006)