Dua desa di wilayah terluar Anambas dapat penerangan listrik

id Program desa listrik

Dua desa di wilayah terluar Anambas dapat penerangan listrik

Gubernur Kepri Ansar Ahmad kunjungan kerja sekaligus meninjau vaksinasi di Pulau Anambas, Kamis (24/6). (ANTARA/HO-Humas Pemprov Kepri)

Anambas (ANTARA) - Dua desa di wilayah terluar Kepulauan Anambas dapat sentuhan penerangan melalui program penyalaan listrik desa tahap kedua tahun 2021 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

"Alhamdulillah Desa Keramut dan Desa Impol kini telah bisa menikmati terangnya listrik,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat kunjungan kerja ke Kabupaten Anambas, Kamis.

Gubernur berharap penyalaan listrik ini dapat semakin meningkatkan produktivitas masyarakat di kedua desa tersebut. Selain itu, juga untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak pada malam hari. 

Dia menyebut program penyalaan listrik desa tahap dua ini merupakan kerjasama Pemerintah Provinsi Kepri dan PLN Riau Kepri.

"Progam ini menyasar wilayah pedesaan," ujar Ansar

Untuk tahap kedua ini, katanya, ada 11 desa di seluruh wilayah Kepri. Masing-masing tujuh desa di Kabupaten Lingga, dua desa di Karimun dan dua desa di Anambas. Untuk Lingga dan Karimun juga sudah dinyalakan.
 
Untuk Desa Keramut dan Impol, lanjutnya, saat ini waktu nyala listrik masih lima jam. Pelan-pelan durasi nyalanya akan semakin ditambah.

“Saya minta ke PLN untuk bisa menyalakan lampu menjadi 14 jam, agar sama dengan yang ada di Kabupaten Lingga dan Karimun,” kata mantan Bupati Bintan ini.

Di Desa Keramut saat ini dari 120 Kepala Keluarga (KK) listrik sudah tersambung dan menyala di 100 KK, sementara sisanya 20 KK dalam proses penyambungan.

Sedangkan di Desa Impol dari 90 KK, sudah ada 30 KK yang telah tersambung dan menikmati listrik.

"Sisanya segera disambung," ungkapnya.

Bupati Anambas Abdul Haris bersyukur karena dua desa di wilayah terluar Indonesia itu telah dialiri listrik. Saat ini, masih ada sembilan desa lagi di wilayah terluar sekaligus perbatasan belum menikmati listrik. 

“Mudah-mudahan tahun ini bisa terwujud,” ujar Abdul Haris singkat.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar