BUP Karimun setor Rp1 miliar ke kas daerah

id Karya Karimun Mandiri,RUPS ,BUP Karimun,setor kas daerah

Bupati Karimun Aunur Rafiq (Antaranews Kepri)

Tadi, dalam RUPS, bupati meminta kita untuk menyusun perencanaan bisnis atau `business plan`. Atas dasar itu, baru akan dipertimbangkan apakah ada penambahan penyertaan modal dari pemerintah daerah
Karimun (Antaranews Kepri) - PT Karya Karimun Mandiri selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menyetor Rp1 miliar ke kas daerah pada tahun buku 2017.

"Dividen atau laba bersih BUP tahun buku 2017 sebesar Rp1.531.000.000, dan yang disetor sebesar Rp1 miliar," kata Bupati Karimun Aunur Rafiq usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Karya Karimun Mandiri (KKM) di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Sedangkan sisa laba bersih sebesar Rp531 juta, menurut bupati, dikembalikan kepada perusahaan sebagai modal untuk investasi serta kegiatan-kegiatan luncuran, seperti perbaikan dan pemeliharaan aset.

Aunur Rafiq mengatakan, laba bersih yang diperoleh BUP sebanyak itu merupakan pendapatan dari pengelolaan sejumlah pelabuhan, antara lain pelabuhan antarpulau Sri Tanjung Gelam di Tanjung Balai Karimun, pelabuhan antarpulau Putri Tanjung Maqom di Selat Beliah, Kecamatan Kundur Barat dan pelabuhan barang dan penumpang Tanjung Berlian, Kecamatan Kundur Utara.

Kemudian, pelabuhan kargo dan roro Parit Rempak di Kecamatan Meral serta pelabuhan bongkar muat di Kecamatan Moro.

"Jadi, belum termasuk pendapatan dari pas pelabuhan domestik dan internasional yang dikelola Pelindo 1 bekerja sama dengan BUP," kata dia.

Pendapatan dari pas pelabuhan domestik dan internasional, kata dia, untuk 2018 ditargetkan sebesar Rp3 miliar, dan bagi hasilnya baru dipisahkan dari PT Pelindo 1 pada akhir tahun.

"Uangnya sudah ada, yaitu Rp3 miliar untuk 2018. Sedangkan untuk 2017, masih ada sisa sekitar dua ratusan juta, jadi nanti pendapatan yang diperoleh dari pas pelabuhan domestik dan internasional sekitar Rp3,2 miliar sekian," tuturnya.

Aunur Rafiq mengatakan, sesuai Undang-undang Persero, penghitungan laba bersih tidak lagi dilakukan setiap tiga bulan, tetapi sekali dalam setahun setelah RUPS.

"Jadi, RUPS yang kita laksanakan hari ini, memutuskan laba yang disisihkan untuk kas daerah sebesar Rp1 miliar," katanya menegaskan.

PT KKM, menurut dia, merupakan BUMD yang paling besar memberikan kontribusi ke kas daerah dibandingkan tiga BUMD lain. Sedangkan Perusda yang baru menggelar RUPS pada Senin, menyetor ke kas daerah sebesar Rp164 juta.

"Kita terus dorong bagaimana semua BUMD bisa meningkatkan kontribusi ke kas daerah, dengan cara mengembangkan usahanya," kata dia.

Sementara itu, Dirut PT KKM M Syahrizal mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan sehingga setoran kas daerah juga meningkat setiap tahunnya.

"Tadi, dalam RUPS, bupati meminta kita untuk menyusun perencanaan bisnis atau `business plan`. Atas dasar itu, baru akan dipertimbangkan apakah ada penambahan penyertaan modal dari pemerintah daerah," kata dia.

Di samping itu, kata dia, pihaknya juga akan berupaya untuk menggandeng investor dalam mengembangkan usaha kepelabuhanan.

"Namun yang jelas, kegiatan kita selanjutnya adalah pemeliharaan ponton atau dermaga, perbaikan-perbaikan aset yang rusak dan sebagainya," kata Syahrizal.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar